Dalam Pengembangan SDM Universitas Bakrie Membuat Spageti Menjadi Maket Jembatan

0
201
foto : viva.co.id

JAKARTA, presidentpost.id – Universitas Bakrie terjun dalam pembangunan sumber daya manusia. Pada Desember 2017, Universitas Bakrie memberikan pengalaman berbeda bagi para siswa SMA di berbagai bidang industri, mulai dari industri pembangunan infrastruktur, industri ekonomi keuangan dan pasar saham, hingga industri digital marketing. Siswa SMA terlibat dalam kegiatan yang berbeda tapi terintegrasi sesuai dengan metode pembelajaran Universitas Bakrie, Experiential Learning.

Dalam keterangan tertulisnya, Jumat 12 Januari 2018, Program Studi Teknik Sipil Universitas Bakrie memberikan pengenalan kepada siswa SMA/SMK/MAN se-Indonesia untuk membuka wawasan mengenai peran serta teknik sipil dalam pembangunan Indonesia melalui kegiatan yang bernama Civil War. Kegiatan ini juga merupakan wujud perhatian dalam hal pembangunan infrastruktur yang terdapat dalam Program Nawacita yang diusung oleh Presiden Joko Widodo.

Kegiatan yang mengusung tema Fight and Compete to Build Indonesia menyajikan materi mengenai prospek lapangan pekerjaan teknik sipil yang disampaikan langsung dari Direktur Bakrie Swasakti Utama dan Direktur Utama PT Bakrie Pangripta Loka, Dicky Setiawan.

Selain itu, para siswa diberikan gambaran melalui audiovisual yang ditayangkan dalam bentuk video movie yang bertajuk A Story of Civil Engineering yang menggambarkan mengenai kehidupan mahasiswa teknik sipil.

Pada akhir Civil War ini, siswa juga diberikan kesempatan untuk mengikuti perkuliahan dan praktik membuat maket jembatan berbahan dasar spageti dengan tema Delicious Spaghetti Bridge Maket. Para siswa diberikan pemahaman mengenai teknik pembuatan maket hingga praktik langsung dengan menggunakan spageti.

Edukasi pasar modal

Selain bidang infrastruktur, bidang ekonomi juga turut menjadi perhatian. Terlebih pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak 2014 belum mampu bergerak lebih cepat yaitu stabil ada kisaran 5 persen.

Untuk itulah Program Studi Akuntansi Universitas Bakrie bekerja sama dengan PT OSO Sekuritas Indonesia memberikan edukasi mengenai saham, pasar modal, anggota bursa dan investasi yang baik dan benar sejak dini. Tujuan edukasi ini adalah investasi yang aman agar para siswa siap menjadi investor terutama saat menjadi mahasiswa nantinya.

Dengan berinvestasi, tentunya akan lebih banyak mendapatkan profit serta dapat dengan segera memutuskan apakah investasi akan dilanjutkan atau ditarik apabila terdapat keperluan mendesak tanpa ada kerugian. Hal tersebut tentunya membantu para siswa mengelola keuangan dan memahami pengenai pertumbuhan ekonomi saat ini.

Program pengenalan tentang pasar saham ini dilakukan dengan mengajak siswa SMK berkunjung ke PT OSO Sekuritas Indonesia, sebagai salah satu mitra Universitas Bakrie. Siswa SMK yang hadir merasakan adanya tambahan ilmu tentang praktik investasi di bursa saham.

Selanjutnya, pada bidang digital marketing, Program Studi Manajemen Universitas Bakrie memberikan edukasi kepada para siswa SMA dan SMK yang berfokus pada edukasi seputar digital marketing dan industri kreatif melalui Management Smart Discussion (MANSION) yang merupakan salah satu rangkaian dari acara Management Brainstorming (MAGSTROM) 2018.

Dalam kegiatan ini, para siswa diberikan bekal dalam memasarkan produk dengan cara yang menarik melalui platform media sosial, bagaimana mengemas dan memasarkan budaya Indonesia dengan cara yang menarik, diberikan pula paparan mengenai tantangan mendirikan startup business.

Materi-materi yang disampaikan ini langsung dari para pakarnya, yaitu Reza Pahlevi, (President of ASK FM, serta Pendiri dan Perancang Teepography Cloth Jakarta), Raden Aryo Moedanton (alumni Universitas Bakrie angkatan 2010 yang merupakan Pendiri anakmuda.net), Naluri Bella W. (Alumni Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia), Aliza Gunado (Aktivis Kebangsaan dan Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI), Dyama Khazim S. (Alumni Manajemen Universitas Bakrie dan Corporate Communication Manager di Growinc Group Indonesia) serta Holila Hatta (Dosen Marketing Universitas Bakrie).

Tidak hanya mendengarkan materi, para siswa diberikan kesempatan untuk mempraktikkannya langsung untuk membranding suatu produk dan mempresentasikannya di hadapan para juri. Hal ini tentunya mengasah para siswa untuk terus berinovatif di era digital untuk memenangkan pasar.

Keterlibatan siswa SMA/SMK/MA se-Indonesia dalam berbagai kegiatan tersebut tentunya untuk berperan aktif dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan di dunia nyata nantinya. Hal ini dilaksanakan sebagai wujud penerapan metode pembelajaran yang ada di Universitas Bakrie, yaitu Experiential Learning, yang mana peserta tidak hanya mendapatkan pengajaran materi yang disampaikan melalui teori saja namun dapat merasakan pengalamannya melalui praktik langsung sesuai dengan dunia nyata nantinya. Hal tersebut sesuai dengan tagline Universitas Bakrie, Experience the Real Things.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here