Dua Mahasiswi President University Dapat Kesempatan Magang di Belanda

0
149
Foto: Dok. President Univesity

CIKARANG, presidentpost.id – Tidak banyak perguruan tinggi di Tanah Air yang memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuk menimba ilmu dan pengalaman di luar negeri. Namun tidak demikian dengan President University yang selalu mendorong mahasiswa bisa belajar dan bekerja di perusahaan internasional melalui program magang.

Kesempatan emas itu berhasil diambil oleh Adinda Katrina Sudrajat dan Riska Angeline. Dua mahasiswi jurusan Business Administration angkatan 2015 ini berkesempatan magang selama 1 tahun di PepsiCo, Belanda.

Pada 25 Januari 2018 Dinda dan Riska berangkat ke negeri yang terkenal dengan sebutan Kincir Angin itu. Keduanya akan mengikuti program magang yang dimulai dari 1 Februari 2018 hingga 31 Januari 2019. Program magang yang dijalankan pada semester 8 ini merupakan program dari Han University yang berlokasi di kota Arnhem.

“Kami mendapat dukungan dari international office salah satu departemen di President University yang memberikan informasi mengenai program magang tersebut. Juga dari Kaprodi Business Administration yang memang menginginkan anak didiknya bisa magang di luar negeri. Dari VR III Pak Agus Canny juga akan memberikan bantuan selama kami di Belanda,” ungkap Dinda dalam keterangan tertulis dari President University, Selasa (23/1).

Lebih lanjut lulusan SMA Negeri 5 Bandung ini menyebutkan, PepsiCo merupakan perusahaan internasional yang bergerak di bidang produksi dan distribusi makanan dan minuman yang terkemuka di dunia dengan merek-merek terkenal seperti Pepsi-Cola, Lay’s, Quaker Oats, Tropicana, Gatorade dan beberapa merek terkenal lainnya. PepsiCo awalnya memproduksi minuman Pepsi Cola dan Diet Pepsi, kemudian merambah ke produk makanan seperti keripik jagung Fritos, keripik kentang Lay’s, snack Cheetos dan keripik kentang Ruffles.

Dengan hadirnya produk-produk ini membuat perusahaan ini menjadi salah satu produsen makanan dan minuman berkualitas terkemuka secara global. Di PepsiCo, Dinda akan ditempatkan di bagian marketing dan komunikasi.

Meski untuk percakapan menggunakan bahasa Inggris, namun Dinda tetap belajar bahasa dan budaya negeri Belanda, apalagi baru pertama kali ke Belanda. Dalam adaptasi lingkungan tergantung toleransi diri, pasti akan mengalami cultur shock, karena kebudayaan Indonesia dengan Belanda pasti berbeda.

Yang perlu disiapkan adalah mental, karena orang di Belanda dari segi pekerjaan tidak sesantai orang Indonesia. Juga toleransinya kecil terhadap kesalahan di pekerjaan, dan orang-orangnya pun lebih detail,” ujar gadis yang hobi traveling ini.

Keputusan magang di luar negeri sangat didukung oleh orang tuanya, karena memang menyarankan Dinda ke sana. Dengan magang di luar tentu akan mendapat nilai plus dari segi pengalaman, dan itu sangat berguna saat kembali ke Tanah Air untuk melamar pekerjaan.

“Saat diskusi dengan Kaprodi disarankan sekalian magang juga mengerjakan tesis. Harapan saya bisa mendapatkan data-data dari tempat magang, karena akan lebih mudah untuk observasi,” ujar Dinda.

Dinda mengungkapkan, alasan ketertarikannya kuliah di President University, ketika browsing di internet melihat program-programnya bagus, seperti program beasiswa, program wajib magang, dan juga full Bahasa Inggris.

“Itu yang membuat saya tertarik dan mengambil jurusan business administration konsentrasi ritel bisnis. Karena kakak saya punya bisnis clothing dan kalau lulus ingin bisnis bareng,” ujar mahasiswi yang aktif sebagai Ambassador President University dari awal kuliah hingga sekarang. Juga aktif di kegiatan kampus seperti event Dies Natalis, Mr and Miss President University dan Student Orientation.

Dalam kesempatan yang sama Riska yang mengambil konsentrasi di Hospitality and Tourism Business tidak bisa menutupi kegembiraannya. Impiannya untuk menimba ilmu dan pengalaman di Belanda bisa terlaksana meski hanya 1 tahun. Di tempat magang ini posisinya di business administration secara umum dan juga di event management.

Setelah lulus SMA Budi Murni 1 Medan Riska ingin melanjutkan kuliah di negeri Belanda, tetapi karena waktunya mepet sehingga tidak sempat mengurus dokumennya. Sebagai gantinya dia ingin kuliah di Indonesia tetapi di universitas internasional.

“Kemudian ada yang merekomendasikan bahwa President University bagus karena full bahasa Inggris dan suasananya internasional. Jadi ini sebagai persiapan diri saya untuk mematangkan kemampuan bahasa Inggris,” ujar Riska yang merupakan anak tunggal ini.

Selain aktif sebagai Ambassador President University, Riska juga ikut paduan suara. Bahkan saat SMA pernah ikut Bali Choir Compitition dan juara I. Cita-citanya ingin membangun sebuah cottage yang berlokasi di pantai, dan juga ingin memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia luar, karena orang asing lebih banyak mengenal Bali dari Indonesia.

Sejalan dengan itu maka setelah menyandang gelar sarjana, targetnya Riska akan mengambil S2 di Belanda, karena saat S1 tidak tercapai.

“Sambil mencari beasiswa S2 di Belanda, saya akan coba gabung di program Au Pair, sebuah program belajar budaya asing dan pendekatan kemampuan bahasa secara intensif di mana seseorang tinggal di sebuah keluarga asuh,” ujar gadis yang punya motto hidup ‘Ikuti saja alur hidup kita, jika ada risiko jangan pernah takut menghadapinya’. (DTK/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here