Paviliun MycoTree dengan Material jamur buatan Indonesia Tampil Eksis di Seoul Biennale Architecture 2017

0
774
spatiulconstruit.ro

SEOUL, presidentpost.id – Paviliun MycoTree yang menjadi salah satu atraksi yang ditampilkan di perhelatan akbar dunia arsitektur, Seoul Biennale Architecture 2017. Struktur berbasis desain parametrik yang digenerasi secara digital namun terbuat dari komponen material jamur produksi startup asal Bandung Mycotech.

Struktur ini memberikan visi yang provokatif tentang bagaimana di masa depan bahan konstruksi tidak lagi didapat dengan cara penambangan dan ekstraksi dari kerak bumi namun ditumbuhkan dan dibudidaya; bagaimana mencapai stabilitas melalui geometri dan bukan melalui kekuatan material membuka kemungkinan penggunaan material bio-based secara struktural dan aman untuk industri bangunan yang lebih berkelanjutan.

Mycelium adalah jaringan akar jamur, sebuah matriks yang tumbuh cepat yang bisa berperan sebagai lem alami. Dengan menggunakan limbah pertanian sebagai media, seperti serbuk gergaji, limbah singkong, dan tebu, jaringan padat miselium mengikat substrat menjadi komposit material terstruktur secara aktif.

Anehnya material ini cukup kuat menahan beban kompresi hingga 2MPa atau setara 200 Mobil, serta tahan api sekelas beton. Bahannya bisa ditanam secara lokal, mengurangi energi dan waktu yang dibutuhkan untuk transportasi. Dan, karena bahan organiknya, material ini sangat mendukung pembangunan berkelanjutan.

Mycotech memproduksi material ini di pertanian dan lab sederhana di kawasan Bandung Utara berkolaborasi dengan 20 petani jamur lain. Riset material ini sudah dilakukan sejak 2015 dilakukan secara mandiri oleh Mycotech bekerjasama dengan beberapa institusi riset nasional maupun internasional sebut saja BPPT, Future Cities Laboratory NUS, dan ETH Zurich. Saat ini Mycotech memiliki portofolio projek di beberapa negara Eropa dan Asia.

“Mycotech dibanntu oleh lembaga riset di Singapura, Zurich dan Karlsuhe. Dari segi fasilitas Untuk mengembangkan teknologi ini di Indonesia belum dapat mendukung meskipun material maju merupakan satu dari tujuh fokus riset oleh Kementerian ristek Indonesia. Alangkah lebih baik untuk

mengembangkan material maju dengan memanfaatkan sumber daya terbarukan seperti limbah pertanian yang banyak diperoleh Indonesia agar menjadi potensi ekonomi di masa depan,” ucap CEO Mycotech Adi Reza.

Didesain di Eropa, dites di Singapura, diproduksi di Indonesia, dan dipamerkan di Korea. Mycotree merupakan paviliun inti dari pameran “Beyond Mining – Urban Growth” di Biennale of Architecture dan Urbanism 2017 di Seoul, Korea dan akan dipajang di Paviliun i7 di Donuimun Museum Village. dari tanggal 1 September hingga 5 November 2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here