Sudah Senior Masih Belajar Seni Kaligrafi Shodo di D’Khayangan

0
476

CIKARANG, presidentpost.id – Senior Living D’Khayangan (SLD) menghadirkan demonstrasi pembuatan seni kaligrafi shodo di Care Center SLD Jababeka Cikarang, Kamis (2/11).

Acara demonstrasi tersebut dilakukan oleh senior asal Jepang Muto Kenji yang baru saja menempati Senior Living D’Khayangan bulan Oktober 2017, dan ingin langsung berkontribusi kepada tempat tersebut. Dihadiri oleh D’Khayangan Senior Club dan juga para senior di kawasan.

Bapak Pandji yang merupakan salah satu peserta acara tersebut menyampaikan, “Saya biasa nulis jawa tapi ini khan kanji berbeda, bukan a-b-c tapi matahari ya gambar matahari.”

“Menurut saya ini bagus, karena disini ada tonase. Dimana ketika dibawah ada berat ada ringan seperti orang mancing. Seninya ada, perasaan ada tergantung dengan apa yang kita tulis,” ungkapnya.

Sementara Ibu Khou menyampaikan rasa senangnya bisa mengikuti acara tersebut. “Yang penting kita niat mengikutinya maka pasti bisa dikit-dikit, walaupun tidak ngerti apa arti bahasa tersebut,”

Senior yang tinggal di kawasan Jababeka tersebut menyatakan keinginannya untuk terus mengikuti kegiatan yang diadakan oleh D’Khayangan, “Untuk hiburan, cucu-cucu saya sekolah dan anak ke toko, jadi saya sendiri di rumah sama mba,” ujarnya.

Dalam wawancaranya, Director Jababeka Long Life City, Marlin Marpaung menyampaikan, “Muto san tidak hanya akan sharing pengalamannya mengenai shodo saja, tapi juga beladiri judo. Beliau sudah sabuk hitam tingkat 5, namun karena fisiknya sedang tidak sehat maka akan bekerja sama dengan Waseda University, nanti akan ada pelatihan judo di sini tepatnya di President University melalui pertukaran pelajar.”

“Muto san juga akan memberikan testimoninya mengenai bagaimana menikmati hari emas masa tua di D’Khayangan di depan para ribuan senior Jepang yang bergabung dalam komunitas Longstay Foundation,” tambahnya.

Marlin mengharapkan para ribuan senior yang sering traveling ke Asia dan Asia tenggara tersebut dapat mengunjungi Indonesia lebih banyak lagi. “Kita harapkan baik traveller short stay (2 minggu) maupun long stay (diatas sebulan) dapat lebih mengenal dan mengunjungi Indonesia sebagai destinasi wisata lansia dan D’Khayangan pada khususnya,” tutupnya.(TPP)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here