Pembelian Aset Waskita Karya Senilai Rp 656,98 Miliar

0
224
Foto : Ilustrasi menara rajawali

JAKARTA, presidentpost.id – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) membeli sebagian aset dari kerja sama operasi (KSO) PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Waskita Karya Realty. Perseroan melakukan pembelian sebagian unit ruang perkantoran (strata title) Waskita Rajawali Tower senilai Rp 656,98 miliar.

Nilai transaksi tersebut setara 2,99% dari ekuitas perseroan sebesar Rp 21,95 triliun per September 2017. Selain itu juga setara dengan 30,17% dari ekuitas Waskita Realty sebesar Rp 2,17 triliun pada periode yang sama.

Badan usaha milik Negara (BUMN) di bidang industry konstruksi tersebut membeli sebagian aset tersebut dengan luas sekitar 16,26 m2. Dengan pembelian tersebut, dapat mempermudah koordinasi antar bagian karena jarak antara Gedung Waskita dan Rajawali Tower cukup dekat atau kurang dari 1 kilometer (Km). Nantinya diharapkan dapat menunjang kegiatan operasional perseroan.

Dalam prospektus yang disampaikan perseroan, Rabu (22/11), disebutkan, bahwa transaksi tersebut memerlukan pendapat kewajaran atas transaksi dari kantor penilai publik, karena transaksi yang dilakukan oleh perseroan dengan KSO RNI.

Waskita melebihi 0,5% dari modal disetor Waskita Realty dan melebihi jumlah Rp 5 miliar. Sekretaris Perusahaan Waskita Shastia Hadiarti mengatakan, “transaksi tersebut masih merupakan transaksi afiliasi perseroan. Adapun Waskita Realty merupakan anak usaha perseroan sebagai pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 99,99%,” Ucap Shastia.

Disisi lain, perseroan saat ini dikatakan dalam fase supergrowth dan pembelian gedung ini diasumsikan bagian internal dari sistem investasi secara konsolidasian. “Atas pembelian ini akan memberikan tambahan laba kepada Waskita Realty serta tambahan laba kepada Waskita Konstruksi sampai dengan 2018,”kata Shastia dalam keterangan resmi dikutip investordaily.

Sebelumnya, Waskita Karya meraih pinjaman sindikasi sebesar Rp 5,14 triliun dari tujuh lembaga jasa keuangan dengan suku bunga pinjaman sebesar 9% dan bertenor tiga tahun.

Direktur Keuangan Waskita Karya Tunggul Rajagukguk menjelaskan, pinjaman sindikasi akan dialokasikan untuk keperluan modal kerja proyek pembangunan jalan tol Jakarta- Cikampek II Elevated. Ruas tol tersebut dimiliki oleh PT Jasa Marga Tbk (JSMR), tapi kontraktor yang membangunnya adalah Waskita Karya dan PT Acset Indonusa Tbk (ACST).

Dalam proyek ini, Waskita Karya harus mengeluarkan modal kerja sebesar Rp 6,7 triliun dari nilai proyek keseluruhan yang mencapai Rp 13 triliun. Jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated sudah mulai dibangun sejak kuartal II-2017, dan ditargetkan dapat beroperasi pada 2019 dengan panjang mencapai 36 kilometer (km).“Saat ini tahapan pembangunan jalan tol sudah mencapai 10%,” papar Tunggul.

Untuk pinjaman sindikasi tersebut, empat bank bertindak sebagai join mandated lead arranger dan bookrunner, yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Bank Of Tokyo Mitsubishi UFJ (Indonesia), dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Sedangkan anggota sindikasi meliputi PT BNP Paribas, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI, dan PT Bank KEB Hana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here