Sinar Mas Multiartha Mendirikan Perusahaan Fintech

0
1099
foto : beritasatu.com

JAKARTA, presidentpost.id – PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) mendirikan perusahaan patungan (joint venture/JV) financial technology (fintech) berbasis peer to peer (P2P) lending, PT Dana Pinjaman Inklusif (DPI). Sinar Mas Multiartha bertindak sebagai pengendali, dan menggenggam porsi saham sebanyak 55 persen.

Direktur Sinar Mas Multiartha Kurniawan Udjaja menyatakan, dengan kepemilikan saham di PT Dana Pinjaman Inklusif, maka menambah portofolio investasi Sinarmas Grup di industri fintech Indonesia. Sebab sebelumnya, Sinarmas juga sudah memiliki fintech berbasis P2P lending lainnya, yakni PT Pasar Dana Pinjaman (Danamas).

“DPI dan Danamas sama-sama mengincar segmen mikro, tapi khusus Dana Pinjaman Inklusif sasaran penerima dana pinjamannya akan kami bebaskan siapa saja. Sementara di Danamas ada keterbatasan dari sisi pihak yang menerima pinjaman,” ujar Kurniawan saat dihubungi Investor Daily di Jakarta, mengutip dari beritasatu.com, Rabu (23/11).

Berdasarkan keterangan resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 22 November 2017, Sinar Mas Multiartha bersama anak usahannya di bidang teknologi informasi (TI), PT Arthamas Solusindo berkolaborasi mendirikan Dana Pinjaman Inklusif (DPI). Secara resmi kedua perusahaan terafiliasi tersebut melakukan transaksi penyertaan modal kepada perusahaan P2P lending tersebut pada 20 November lalu.

Nilai penyertaan modal yang diberikan kepada DPI mencapai Rp 55 miliar, sedangkan Arthamas Solusindo sebesar Rp 45 miliar. Mengingat nilai penyertaan modal kepada DPI tidak melebihi 20 persen dari ekuitas Sinar Mas Multiartha, maka transaksi tidak bersifat material.

Sampai September 2017, porsi kas dan bank Sinar Mas Multiartha sebesar Rp 4,87 triliun. Kemudian, total aset perseroan telah menyentuh Rp 86,97 triliun, dengam ekuitas Rp 22 triliun. Sinar Mas Multiartha membukukan kenaikan pendapatan sebesar 35,18 persen dari Rp 17,28 triliun menjadi Rp 23,36 triliun. Hingga September 2017, emiten ini telah membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sekitar Rp 977 miliar, atau naik 17,29 persen dari Rp 833 miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here