Dalam Setahun Ini Indonesia Bagian Timur Center Menargetkan Transaksi Hingga 150 Miliar

0
288

SURABAYA, presidentpost.id – Untuk menjembatani wilayah timur Indonesia agar dapat menjual produk mereka ke pengusaha atau pemerintah provinsi Jawa Timur, PT Mas Murni Indonesia Holding yang juga menaungi Garden Palace Hotel mendirikan Indonesia Bagian Timur (IBT) center, Jumat (24/11).

Sejak setahun lalu hingga 2017, gedung yang berada di area hotel yang berada di kawasan Jalan Yos Sudarso, Surabaya, itu sudah mencatatkan transaksi lebih dari Rp 50 miliar.

Manager Garden Palace Hotel, Mulyadin Yasin Saleh mengatakan, IBT Center dibangun sebagai pusat informasi, promosi, perdagangan dan pariwisata Indonesia Timur yang terintegrasi sempurna dengan berbagai fasilitas bisnis dan promosi yang berkualitas.

“IBT Center dibuat oleh Djaya Santoso dan dirancang sebagai pusat perwakilan untuk menjalin komunikasi serta membangun kerjasama bisnis dengan calon investor, pelaku bisnis, maupun wisatawan,” ujarnya, mengutip dari bisniskini.com

IBT Center yang dibangun dengan lima lantai tersebut, sebanyak dua lantai di antaranya digunakan Bank NTT. Sedangkan tiga sisanya untuk 21 kantor pemerintah provinsi NTT.

Ia mengatakan, hanya dari transkasi selama Expo IBT 2016 saja, terjadi transaksi hingga sekitar Rp 50 miliar. Transaksi tersebut meliputi penjualan kain tenun songket, batok kelapa dan gula aren.

“Diharapkan dengan adanya IBT Expo ke-2 nanti, nilai transaksi setahun ini mencapai Rp 150 miliar,” tuturnya, mengutip dari bisniskini.com

Mulyadin menyebutkan target Rp 150 miliar dapat tercapai karena nantinya selama IBT Expo ke-2 digelar, pelaksanaan pameran itu sendiri akan berlangsung selama 5 hari (29 November-3 Desember 2017), atau lebih lama 2 hari dibandingkan gelaran pertama.

Selain itu, jumlah peserta pameran yang berasal dari Indonesia Timur tersebut bertambah hingga 51 produsen. Tidak mau ketinggalan, selain dari dukungan penuh pemprov NTT, di dalam IBT Expo ke-2 nanti akan ada produk dari Jawa Timur, yaitu dari kabupaten Malang dan Gresik. Juga pemerintah daerah dari Buleleng Bali.

“Jadi nanti tidak hanya hasil bumi atau kekayaan dari daerah NTT saja. Tetapi juga bertemunya pengusaha Jatim, Bali dan Indonesia Timur lainnya,” tukasnya, mengutip dari bisniskini.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here