Gubernur Ganjar Pranowo Ikut Kerja Bakti Di Demak

0
563
http://jateng.tribunnews.com

DEMAK, presidentpost.id – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ikut kerja bakti membersihkan sungai dan saluran air di Demak. Jumat, 1 Desember 2017.

Uniknya, dari rumah dinas Gubernur di Puri Gedeh, Semarang, menuju Demak, Ganjar enggan naik mobil. Ia memilih mengayuh sepeda dengan jarak tempuh sejauh 37 kilometer.

Bersama ajudan dan beberapa stafnya, Ganjar berangkat dari Semarang pukul 06.00 WIB. Ia hanya membutuhkan waktu satu setengah jam untuk sampai di Kodim Demak, lokasi awal kerja bakti.

Di lokasi, sudah menunggu Bupati Demak HM Natsir dan ratusan pedagang kaki lima.

Acara kerja bakti bersih sungai itu merupakan gagasan Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Demak dan Asosiasi UMKM Demak.

Kerja bakti dimulai saat itu juga dengan memilih menyisir sampah, rumput, dan eceng gondok di sepanjang Sungai Tuntang. Puluhan anggota TNI dari Kodim Demak pun turut membantu.

“Saya dapat undangan via WA (WhatsApp) dari paguyuban pedagang kaki lima APKLI. Saya pikir ini bagus, karena momennya sedang musim hujan jadi tepat kalau membersihkan sungai. Karena tidak terlalu jauh ya sekalian saja sepedaan,” kata Ganjar Jumat (01/12/2017). Dikutip dari tribunnews.com

Ganjar sekian kepala daerah yang gila bersepeda. Ia rutin bersepeda setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Tidak hanya sekitar Kota Semarang, Ganjar sering juga bersepeda hingga ke Magelang, Solo, dan Jogja. Terakhir ia mengikuti gowes Tour de Borobudur sejauh 200 kilometer lebih.

Dikatakannya, masyarakat segala lapisan memang harus turut mengantisipasi bencana banjir yang datang seturut musim hujan.

Menurut dia kepedulian warga Jawa Tengah sudah cukup bagus. Meski kadang manusia tidak bisa mencegah datangnya bencana karena kekuatan alam.

“Siklon Tropis Cempaka mampu mengakibatkan banjir atau longsor di Klaten dan Wonogiri. Kita sudah back up full dari BPBD Jateng dan kabupaten kota untuk logistik,” bebernya.

BPBD Jateng sudah mengkoordinasikan seluruh kekuatan untuk mengantisipasi bencana akan datang. Konsolidasi BPBD, relawan bencana, SAR, dan Palang Merah Indonesia sudah dilakukan.

“Manajemen penanganan bencana kita sudah bagus. Ketika ada satu daerah terkena, kabupaten tetangganya langsung bergerak membantu, jadi tidak perlu menunggu dari pusat,” papar dia. 

Sementara itu, Bupati Demak, HM Natsir menuturkan, pihaknya sudah melakukan antisipasi bencana secara menyeluruh di Kabupaten Demak.

“Hujan kan cuma pemicu, bukan satu-satunya penyebab banjir, kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarang juga bisa sebabkan banjir. Jadi, kesadaran menjaga lingkungan juga harus ditingkatkan,” ucap Natsir. (TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here