Ada 6 Pasang Dermaga, Banten Jadi Konektivitas Jawa-Sumatera

0
691
Foto: tirto.id

JAKARTA, presidentpost.id – Wilayah Banten memiliki peran strategis dalam konektivitas Jawa-Sumatera. Melihat hal itu, Kementrian Perhubungan memutuskan akan membangun beberapa infrastruktur di kawasan tersebut.

”Kita berencana mengembangkan terminal kelas internasional di Pelabuhan Penyeberangan Merak dan Bakauheni,” ujar Sekjen Kementerian Perhubungan Sugihardjo.

Dia mengatakan, pembangunan jembatan Selat Sunda tidak dilanjutkan. Pemerintah akan fokus pada pembangunan Pelabuhan Merak dan Bakauheni.

Saat ini ada enam pasang dermaga yang melayani lintas Merak-Bakauheni. Mulai 2018 kapal-kapal yang akan melayani Merak-Bakauheni adalah kapal yang berukuran minimum 5000 GT. Kecepatan kapal-kapal tersebut akan distandarkan.

”Artinya dengan enam pasang dermaga dan kapal yang berukuran besar itu bisa menampung kebutuhan angkutan darat baik itu truk, bus, maupun kendaraan pribadi pada saat puncak. Kita juga akan standarkan kecepatan minimum dari kapal-kapal tersebut sehingga waktu tempuhnya lebih cepat menjadi sekitar satu setengah jam dari sekarang yang normalnya dua jam,” ungkapnya.

Nantinya kapal-kapal kecil tidak diperkenankan beroperasi di lintasan Merak-Bakauheni. Selain pelabuhan penyeberangan untuk menunjang pergerakan logistik, pemerintah terus membangun dan mengembangkan pelabuhan laut di wilayah Banten.

“Pembangunan infrastruktur pelabuhan di Banten seperti Ciwandan, Warnasari, dan lain sebagainya itu sangat penting untuk pergerakan logistik,” imbuhnya.

Kemenhub siap membangun infrastruktur yang mendukung pariwisata di Banten. Salah satu sumber untuk pertumbuhan ekonomi adalah dari pariwisata. Ditargetkan pada 2019, sektor pariwisata menjadi penghasil devisa terbesar.

Banten masuk dalam 10 kawasan strategis pariwisata nasional dengan Tanjung Lesung yang menjadi objeknya. Saat ini pemerintah telah melakukan studi guna pembangunan bandara di Pandeglang untuk menunjang daerah pariwisata tersebut.

”Pembangunan simpul transportasi baik itu bandara maupun pelabuhan, akan membangkitkan pergerakan orang maupun barang. Dari pergerakan orang dan barang itu pasti akan menumbuhkan ekonomi,” ungkapnya.

Sedangkan pada sektor perkeretaapian, yang menjadi fokus pemerintah saat ini adalah pembangunan jalur ganda lintas Maja-Rangkasbitung. Selain itu juga reaktivasi jalur kereta api hingga Labuan.

”Pembangunan perkeretaapian terus ditingkatkan karena kereta api dapat mengangkut penumpang secara masif dan juga untuk keperluan logistik,” pungkasnya. (RDB/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here