PT Mitra Prasmitha Selaras Raih Bendera Emas

0
2352
Manager Personalia PT. Mitra Prasmitha Selaras mendampingi tim audit saat mewawancarai pekerja linting rokok sigaret kretek Sampoerna (Foto:Jon Kurnia/cakrawala.co)

Kebumen, Presidentpost.id– Dalam rangka Implementasi Sistem Manajemen Terintegrasi (SMT) berbasis Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3) secara terus menerus dan berkesinambungan, PT. Mitra Prasmitha Selaras, selama dua hari mulai pada tanggal 11-12 Desember 2017 dilaksanakan audit re-serifikasi dari badan audit independen oleh PT. Jatim Asspek Nusantara sesuai persyaratan Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2012.

Pabrik Rokok Mitra Prasmitha Selaras (MPS) HM Sampoerna yang berlokasi di Desa Jatinegara, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mendapatkan prestasi yang membanggakan yakni dengan meraih sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja(SMK3) dan bendera Emas SMK3. Prestasi ini membuktikan konsistensi MPS dalam implementasi. Setelah melalui proses audit resertifikasi selama dua hari oleh PT. Jatim Asspek Nusantara, meliputi 166 kriteria, 5 prinsip dasar, dan 12 elemen, maka MPS Sempor dinyatakan berhasil mendapatkan bendera emas SMK3 dengan point 98,8.

“Hanya perusahaan rokok MPS Sempor menjadi satu-satunya perusahaan di Kabupaten Kebumen yang secara rutin melakukan audit K3. Bahkan disini sudah membudayakan K3 bagi 1200 pekerja,” jelas Eddy Santoso auditor senior dari Badan Audit JAN kepada wartawan Selasa siang (12/12).

Eddy menambahkan, di pabrik rokok kretek jni nyaris tidak ada sumber bahaya, MPS selalu berkomitmen untuk menerapkan K3. “Hebatnya ada yg spesifikasi kebakaran, ahli K3 umum sebagai motor penggerak K3 di perusahaan,” lanjut Eddy.

Dalam kesempatan itu, Manager Personalia PT. Mitra Prasmitha Selaras Jaury Roeland Hukom menyampaikan bahwa dengan compliance point : 98,8 adalah bukti ketaatan tertinggi setelah dilakukan audit penilaian atas penerapan SMK3 di Perusahaan.

“Penilaian dimulai dari pembangunan dan terjaminnya pelaksanaan komitmen perusahaan atas K3, pembuatan dan pendokumentasian rencana K3, pengendalian perancangan dan peninjauan kontrak, pengendalian dokumen, pembelian dan pengendalian produk, keamanan bekerja berdasarkan SMK3, standar pemantauan, pelaporan dan perbaikan kekurangan, pengelolaan material dan perpindahannya, pengumpulan dan penggunaan data, pemeriksaan SMK3, serta pengembangan keterampilan dan kemampuan.” jelas Jaury.

Sedangkan untuk pemberian plakat zero accident adalah penghargaan yang diberikan sehubungan nihilnya kecelakaan kerja yang ditandai tidak ada (zero) kehilangan hari kerja selama 3 tahun terakhir.” tambahnya lagi.Perusahaan rokok sigaret kretek tangan yang berlokasi di Jl.Tentara Pelajar no.18 Sempor ini percaya, dengan penerapan SMK3 yang baik dan berkelanjutan, maka keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja dan siapapun yang berada di lingkungan kerja, akan memberikan banyak manfaat. Mulai dari nihilnya kecelakaan yang dapat mengakibatkan hilangnya hari kerja, efisiensi biaya, dan tentunya berujung pada peningkatan kinerja dan laba seperti yang diharapkan perusahaan.

“Bahkan perilaku sehat K3 kita mulai dari rumah,” jelas Danar Wismono EHS Enginer K3 Philip Morris.

Audit rutin dilakukan tiga tahun sekali, yaitu tahun 2011, 2014, dan 2017, dengan pencapaian memuaskan. “Atas pencapain ini pada Oktober 2018 nanti MPS akan menjadi tuan rumah K3 Smart Competition yang diikuti 38 MPS dan Plan,” katanya.

Didalam kondisi apapun, PT. MPS Sempor sebagai mitra kerja PT. HM Sampoerna, Tbk selalu berupaya berkomitmen dengan penerapan Sistem Manejemen Keselamatan Kesehatan Kerja (SMK3).

“Mengingat pentingnya K3 bagi karyawan dan Perusahaan, maka keberhasilaan penerapan SMK3 pada dasarnya merupakan perwujudan dari kepatuhan perusahaan atas peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Danar.

Sebagaimana diketahui, setiap perusahaan wajib menerapkan SMK3 yang terintegrasi dengan manajemen resiko serta sistem yang ada di perusahaan. Ketentuan mengenai penerapan SMK3 itu tertuang pada ayat (1) PP No.50 tahun 2012 tentang Penerapan SMK3.

Lebih lanjut Danar menjelaskan tentang scope audit meliputi perbaikan berkesinambungan dalam proses K3, strategi pengelolaan dokumen, desain dan review kontrak, pengendalian dokumen, standar monitoring, pelaporan, proses pengumpulan data, sistem audit internal dan pengembangan keahlian dan kompetensi.***(Jon Kurnia)

(TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here