Kenaikan Target Laba Antam Senilai Rp 386 Miliar Akibat Peningkatan Prospek Nikel

0
587
Foto: guidetoinvestasiemas.blogspot.co.id

JAKARTA,presidentpost.id- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan memasuki babak baru tren pertumbuhan kinerja keuangan yang dimulai dari tahun ini. Tren tersebut sejalan dengan perkiraan peningkatan permintaan nikel global yang berdampak terhadap kenaikan harga jualnya di pasar global.

 

Mirae Asset Sekuritas merevisi naik target laba bersih Antam menjadi Rp 386 miliar pada 2018, dibandingkan proyeksi semula Rp 331 miliar. Penjualan juga direvisi naik dari Rp 10,58 triliun menjadi Rp 10,99 triliun. Sedangkan target pendapatan dan laba bersih tahun 2017 juga direvisi naik masing-masing menjadi Rp 9,20 triliun dan Rp 118 miliar.

 

Revisi naik target kinerja keuangan tersebut sebagai bentuk revisi asumsi harga nikel global tahun 2018 menjadi US$ 11.500 per ton, dibandingkan proyeksi semula US$ 10.750 per ton. Begitu juga dengan asumsi harga jual nikel global tahun 2019 direvisi naik dari US$ 11.350 per ton menjadi US$ 12.000 per ton.

 

Analis Mirae Asset Sekuritas Andy Wibowo Gunawan mengatakan,“Revisi naik target kinerja keuangan Antam tahun depan didukung solidnya permintaan nikel dari Tiongkok dan kecilnya kemungkinan terjadi kelebihan pasokan nikel dari Filipina. Sejauh ini, tidak ada tanda-tanda penurunan aktivitas manufaktur di Tiongkok yang dapat menekan permintaan nikel global,” kata Andy dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

 

Pemerintah Filipina sebelumnya telah menolak aturan relaksasi sector pertambangan. Negara tersebut juga menaikkan pajak sektor pertambangan hingga dua kali lipat yang berdampak terhadap penurunan produksi nikel dari negara tersebut. Sebagaimana diketahui hampir 80% pasokan nikel global berasal dari Filipina

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here