Pieter Penemu Launch Box, Alumni President University Berpendapatan Rp30 Juta per Bulan

0
599

CIKARANG, 20 Desember 2017, presidentpost.id – Pieter Immanuel Sinaga penemu Launch Box merupakan anak dari Bapak Robin Sinaga dan Ibu Rehngena ini lahir di Kendari 26 Januari 1995, ia merupakan Pengusaha Muda Alumni President University Batch 2012 Jurusan Business Administration (BA).

Launch Box adalah nasi boks yang juga dapat dipesan dengan berbagai macam pilihan menunya. Launch Box memiliki berbagai jenis menu Carbo sebutannya mulai dari nasi putih, nasi merah, kentang dan mie. Dengan menu Protein atau lauk ayam, ikan, telur tuna dan telur kornet. Dengan harga mulai dari Rp15 ribu anda akan mendapatkan masing-masing satu menu Carbo, Protein, Sauce dan Topping.

Launch Box buka dari jam 8 pagi hingga setengah 8 malam, menerima pesanan hingga jam 10 malam dan menjanjikan pesanan akan siap sebelum kelas pagi keesokan harinya atau sekitar pukul 6:45 WIB.

Latar Belakang ia membuat usaha ini karena Pieter sendiri suka jualan, dan menurutnya makanan itu adalah sesuatu yang penting bagi manusia untuk bisa bertahan hidup.

“Manusia tidak akan berhenti makan sampai manusia meninggal,” ujarnya. Selain itu ia juga mempunyai hobi memasak, sehingga tercetuslah ide membuat usaha dalam bidang kuliner tersebut.

Alasan ia memilih Launch Box sebagai bidang usahanya adalah sifat kemalasan dari mahasiswa di President University, yang kebanyakan dari mereka lebih menyukai sesuatu yang instant dan efisien.

Launch Box lahir di President University Student Housing pada bulan September 2016. Saat ini Pieter memiliki 7 orang karyawan, sistem kerja di Launch Box sendiri diatur berdasarkan jam kelas dan jam aktivitas mahasiswanya masing-masing agar tidak mengganggu kehidupan perkuliahan. Sistem tersebut diciptakan karena ia mempunyai pengalaman semasa kuliah dulu, dimana ketika itu ia kerja sambilan di restoran ayam ternama.

“Ternyata kerja di restoran ayam tidak seenak yang dipikirkan, karena sangat capek seperti disuruh-suruh dan sebagainya. Selain itu gaji yang didapatkan akan terpotong 60 persen oleh biaya ongkos pergi kesana dan jadwal yang ditentukan tidak fleksible,” ujar Pieter.

Dalam menjalankan usaha ini Pieter tidak pernah mengalami gulung tikar, omset yang bisa didapatkan dalam waktu sehari sekitar 1,5 Juta dan keuntungan dalam sebulan bisa didapatkannya sebesar 30 Juta.

Yang menjadi hambatan dalam usaha ini adalah tenaga kerja, karena jadwal kuliah dan aktivitas setiap mahasiswa berbeda sehingga terkadang mereka tidak bisa mengatur waktu untuk bekerja.

Adapun harapan Pieter untuk usaha ini yaitu membuka franchise di kota-kota besar yang ada di Indonesia.

Jangan lupa ya cobain Launch Box ketika berada di President University! (Widya/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here