Intiland Akan Tetap Fokus Pada Pasar Premium

0
325

SURABAYA, 20 Desember 2017, presidentpost.id – Bisnis properti diyakini masih akan tetap tumbuh di 2018 seiring perekonomian Indonesia yang diprediksi meningkat di atas lima persen pada tahun depan. PT Intiland Development Tbk, salah satu pengembang properti yang mempunyai proyek di Jakarta, Surabaya dan kota besar Indonesia tetap optimistis degan sejumlah proyek yang sedang dan akan dikembangkan.

Dantara proyek Intiland yang sedang dalam tahap penyelesaian di Surabaya yakni Spazio Tower, Praxis dan sejumlah proyek residensial apartemen dan landed house di Graha Natura, di Surabaya barat. Dan tahun 2017 ini, Intiland optimistis penjualan bisa lebih dari Rp 1,2 triliun, 40 persen diantaranya disumbang dari proyek di Surabaya.

Direktur dan Chief Operating Officer (COO) PT Intiland Development Tbk Sinarto Dharmawan mengatakan tahun 2018 tetap memandang proespektif bagi bisnis properti di Indonesia, termasuk di Surabaya. Intiland tetap fokus pada core bisnis properti yang dikembangkannya yakni segmen premium.

“Dan pasar segmen ini masih tumbuh lebih baik dibandingkan pasar middle dan bawah. Indikasinya banyak properti segmen atas yang dibangun, masih saja laku di pasar,” katanya disela media gathering di Spazio kemarin, Rabu (20/12), mengutip dari duta.co

Sinarto menambahkan proyek Spazio Tower di Surabaya Barat salah satu andalan Intiland dan responnya bagus. Dengan konsep yang berda, lebih adaptif dengan kebutuhan segmen milenial, menjadi strategi meraih investor masuk dan pembeli.

“Nantinya Spazio Tower semua kebutuhan ada, ada tiga peruntukan yakni ritel, office dan hotel. Bagi yang ingin ngantor bisa di co working space, bisa menjamu klien dan ngantor sementara sesuai kebutuhan,” jelasnya, mengutip dari duta.co

Untuk tahun 2018, Intiland memacu sejumlah proyek diantaranya Graha Golf, Rosebay dan konsep mixed used yang menjadi pilihan dan banyak diminati. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan ballroom untuk MICE, perkawinan dengankapasitas memadai.

Sementara itu, Dirut PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Maryono mengatakan sejumlah sektor pendorong perekonomian akan menjadi perhatian utama pemerintah, termasuk sektor properti.

“Kami konsisten menjadi integrator untuk industri properti di Tanah Air menghadapi 2018, tidak hanya dari sisi permintaan dengan pengucuran KPR, namun juga pasokan dengan mengalirkan kredit konstruksi ke pengembang,” katanya, mengutip dari duta.co

Menurut Maryono, setidaknya ada empat tantangan dari sektor properti di 2018 yaitu kekurangan pasokan rumah (backlog) hingga 13,38 juta unit karena tingginya kebutuhan rumah, namun tidak tercukupi pasokan, tidak tersedianya lahan yang cukup untuk membangun properti, regulasi pertanahan yang belum terstandarisasi untuk di setiap daerah.

“Selain itu sedikitnya masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR yang masuk kategori bankable, sehingga sulit mengakses pembiayaan KPR,” ujarnya, mengutip dari duta.c

Oleh karena itu, untuk menghadapi tantangan tersebut tambahnya, BTN terus menjadi yang terdepan dalam membantu pemerintah merealisasikan Program Sejuta Rumah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here