Gubernur Jawa Timur: Saya Mengajak Untuk Sukseskan Program Pemprov

0
357
beritasatu.com

JAKARTA, presidentpost.id – Gubernur Jawa Timur, Soekarwo memberikan pesan kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim. Pesan itu disampaikan di hari pertama masuk kerja di awal Tahun 2018.

“Saya mengajak untuk ikut mensukseskan program-program pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur,” kata Soekarwo saat menyampaikan pesan dalam apel pagi awal tahun 2018 di halaman Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya, dikutip dari detik.com, Selasa (2/1).

Langkah-langkah strategis yang akan ditempuh di tahun 2018 yakni, pembangunan di bidang infrastruktur, pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia, efisiensi pembiayaan hingga penanggulangan kemiskinan.

Gubernur yang biasa disapa Pakde Karwo menerangkan, pertumbuhan ekonomi Jatim selalu di atas rata-rata nasional. Pada triwulan III Tahun 2017, pertumbuhan ekonomi di Jatim mencapai 5,21 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional 5,01 persen, dengan gini ratio 0,39 persen.

“Artinya, kesenjangan kita berada dalam kondisi baik. Biasanya growth tinggi, gini rationya bertambah. Tapi di Jawa Timur, pertumbuhan ekonominya tinggi, kesenjangan menurun dari 0,40 persen menjadi 0,39 persen,” terangnya.

Ia menambahkan, yang menjadi persoalan adalah pertumbuhan industri di Jawa Timur dibawah rata-rata pertumbuhan ekonomi. Saat ini, pertumbuhan industri di Jatim sekitar 4,82 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi di Jatim mencapai 5,21 persen.

“Yang bagus itu, industri harus diatas pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, pertumbuhan industri di Jatim termasuk baik di atas rata-rata pertumbuhan industri secara nasional (4,15 persen),” jelasnya.

Gubernur juga tetap berkonsentrasi menanggulangi kemiskinan. Pada tahun 2018 ini, akan memprioritaskan pengentasan kemiskinan pada kawasan Madura. Cara meningkatkan pendapatan masyarakat miskin diantaranya dengan penanggulangan feminisasi kemiskinan.

“Mengurangi pengeluaran masyrakat miskin melalui bantuan pangan beras dari dinas sosial. Melakukan sinergitas program penanggulangan kemiskinan antara pusat dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Berdasarkan data BPS Jatim, per akhir tahun 2008 jumlah penduduk miskin di Jatim mencapai 18,51 persen. Tingkat kemiskinan terus mengalami penurunan. Hingga Maret 2017, jumlah masyarakat miskin di Jatim 11,77 persen. Penurunan jumlah masyarakat miskin di Jatim ini menyumbang sekitar 30 persen penurunan kemiskinan secara nasional.

“Jawa Timur memiliki kontribusi dalam penurunan kemiskinan paling besar di Indonesia,” jelasnya.

Apel pagi di halaman Kantor Gubernur Jatim ini dihadiri Wakil Gubernur Saifullah Yusuf, Sekretaris Daerah Pemprov Jatim Ahmad Sukardi, para kepala dinas atau pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim, serta ASN yang berdinas di gedung komplek Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya. (TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here