Pilgub Jateng 2018 : Sudirman Said Janjikan Pengembangan Kawasan Industri Kendal

0
582
Foto: breakingnews.co.id

SEMARANG, presidentpost.id – Pendaftaran Calon Gubernur (Cagub) Dan Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Jawa Tengah tinggal sebentar lagi. Namun, hanya ada satu yang resmi mendaftar menjadi Cagub yakni Sudirman Said yang diusung partai Gerindra, PAN serta PKS.

Calon Gubernur Jateng Sudirman Said mengatakan, saat ini masih menunggu rekomendasi dari beberapa petinggi partai pengusung siapa yang akan menemaninya untuk maju di Pilgub Jateng 2018.

“Siapapun yang menemani saya maju di Pilgub tidak masalah, yang penting harus mempunyai integritas dan komitmen tinggi memanjukan Provinsi Jateng menjadi semakin hebat,” ujarnya Rabu (3/1).

Sebetulnya para petinggi partai, sudah mempunyai beberapa kandidat yang mumpuni menemani Sudirman Said seperti mantan Wakil Gubernur Jateng periode 2008-2013 Rustriningsih.

Masih banyak pekerjaan jika terpilih menjadi Gubernur Jateng, seperti angka kemiskinan yang masih tinggi serta belum meratanya pendapatan untuk setiap kota ataupun kabupaten yang ada di provinsi ini.

Menurutnya, dalam waktu dekat akan diumumkan dan segera di daftarkan siapa yang akan mendampingi maju memperebutkan kursi Jateng 1.

“Calon pendamping saya harus mempunyai kapabilitas, visi kedepan untuk memimpin Jawa Tengah,” tambahnya.

Lebih lanjut Sudirman mengatakan, jika terpilih menjadi gubernur nanti ia berjanji proyek pertama yang akan dilaksanakan adalah pengembangan industri terutama Kawasan Industri Kendal (KIK). Sebab saat ini pelabuhan sedang dilakukan perluasan, guna menopang KIK agar semakin maju.

Sudirman mengatakan, kelebihan energi listrik di beberapa wilayah Jateng seperti di Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Batang semestinya dimanfaatkan untuk kawasan perindustrian.

Tak hanya di wilayah kabupaten tersebut saja, wilayah di sekitarnya seperti Kendal juga harus dioptimalkan meski Kendal sudah dikenal memiliki Kawasan Industri Kendal (KIK) yang sudah menampung 60 perusahaan skala besar.

“Saya akan audit energi, akan cek kecukupannya. Saya ingin membuat energi di Jawa Tengah lebih maju, mengurangi ketergantungan dengan energi fosil. Banyak bendungan yang ada di Jateng namun belum dimanfaatkan sebagai tenaga pembangkit listrik secara optimal,” ujar mantan Menteri ESDM itu.

Audit energi juga dimaksudkan untuk mengetahui mana saja wilayah yang kekurangan, sehingga tidak sembarangan melakukan pembangunan. Ia mencontohkan, jika wilayah kekurangan listrik namun dibangun perumahan padat, justru akan menimbulkan masalah baru.

“Di Jateng banyak memiliki potensi energi yang terbarukan. Ini tergantung kebijakan dan investasi. Bio energi dari kotoran dan tumbuhan sangat berpotensi dimanfaatkan. Selain waduk yang banyak, air terjun yang curam juga bisa dimanfaatkan,” pungkasnya. (KBS/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here