Ekonomi Global Naik Hingga 3,1 Persen, Potensi Masa Depan Menjadi Perhatian

0
48

JAKARTA, presidentpost.id – Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan meningkat hingga 3,1 persen pada 2018 setelah pertumbuhan ekonomi pada 2017 jauh lebih kuat dari perkiraan, akibat pemulihan berlanjut pada investasi, manufaktur, dan perdagangan, dan juga negara-negara berkembang yang mengekspor komoditas mendapatkan keuntungan dari menguatnya harga komoditas.

Namun, ini sebagian besar dilihat sebagai kemajuan jangka pendek. Dalam jangka panjang, melambatnya potensi pertumbuhan, yaitu sebuah ukuran seberapa cepat sebuah ekonomi dapat berkembang ketika tenaga kerja dan modal dipekerjakan sepenuhnya – menempatkan risiko terhadap kemajuan dalam upaya perbaikan standar hidup dan pengurangan kemiskinan di seluruh dunia, Bank Dunia mengingatkan pada bulan Januari 2018 dalam laporan Global Economic Prospects.

Pertumbuhan negara maju diperkirakan akan turun sedikit menjadi 2,2 persen pada 2018, karena bank sentral di berbagai negara secara bertahap menghapus akomodasi paska krisis mereka dan saat  kenaikan tingkat investasi mulai tidak terjadi. Pertumbuhan di pasar dan negara-negara berkembang secara keseluruhan diproyeksikan akan menguat menjadi 4,5 persen pada 2018, karena aktivitas eksportir komoditas terus pulih.

Presiden Bank Dunia Group Jim Yong Kim mengatakan, “Pemulihan luas pada pertumbuhan global sangat menggembirakan, tapi ini bukan saat untuk berpuas diri.”

“Ini adalah kesempatan besar untuk berinvestasi pada sumber daya manusia dan fisik. Jika pembuat kebijakan di seluruh dunia fokus pada investasi utama ini, mereka dapat meningkatkan produktivitas negaranya, meningkatkan partisipasi angkatan kerja, dan mendekati tujuan untuk mengakhiri kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kemakmuran bersama,” tambahnya.

2018 dalam jalur untuk menjadi tahun pertama sejak krisis keuangan dimana ekonomi global akan beroperasi mendekati atau pada  kapasitas penuh. Pelemahan ekonomi diperkirakan akan hilang. Pembuat kebijakan perlu melihat melampaui alat kebijakan fiskal dan moneter untuk merangsang pertumbuhan jangka pendek dan mempertimbangkan prakarsa yang mungkin meningkatkan potensi jangka panjang.

Perlambatan potensi pertumbuhan merupakan akibat dari lambatnya pertumbuhan produktivitas, investasi yang lemah, dan penuaan angkatan kerja global selama bertahun tahun. Perlambatan meluas, mempengaruhi ekonomi pada negara-negara yang mencapai lebih dari 65 persen PDB global. Jika tidak ada upaya untuk merevitalisasi pertumbuhan potensial, penurunan dapat berlanjut ke dekade berikutnya, dan dapat memperlambat pertumbuhan global rata-rata sebesar seperempat persen poin dan setengah persentase poin bagi pertumbuhan rata-rata di pasar dan negara-negara berkembang selama periode tersebut.

Analisis pendorong perlambatan pertumbuhan potensial menggarisbawahi bahwa kita bukan tidak berdaya menghadapi hal tersebut,” kata Direktur Senior Ekonomi Pembangunan Bank Dunia, Shantayanan Devarajan.

Ia juga menambahkan, “Reformasi yang mempromosikan pendidikan dan kesehatan berkualitas, serta memperbaiki layanan infrastruktur dapat secara substansial mendorong pertumbuhan potensial, terutama di pasar dan negara berkembang. Namun, beberapa dari reformasi ini akan mengalami resistansi dari  kelompok-kelompok yang secara politis kuat, oleh karenanya penting untuk membuat informasi tentang manfaat pembangunan transparan dan tersedia untuk umum”

Risiko terhadap prospek tetap condong ke sisi negatif. Pengetatan mendadak kondisi pembiayaan global bisa menggagalkan ekspansi tersebut. Meningkatnya pembatasan perdagangan dan ketegangan geopolitik dapat mengurangi kepercayaan dan kegiatan. Di sisi lain, pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan juga dapat terjadi di beberapa negara besar, yang selanjutnya memperluas kemajuan global.

“Dengan tingkat pengangguran yang kembali ke tingkat sebelum krisis dan gambaran ekonomi yang lebih cerah di negara maju dan negara berkembang, para pembuat kebijakan perlu mempertimbangkan pendekatan baru untuk mempertahankan momentum pertumbuhan,” kata Direktur Prospek Ekonomi Pembangunan Bank Dunia Ayhan Kose.

Ia menambahkan, “Secara khusus, reformasi peningkatan produktivitas menjadi sangat mendesak karena tekanan pada potensi pertumbuhan populasi yang menua meningkat.”

Selain mengeksplorasi perkembangan di tingkat global dan regional, laporan Global Economic Prospects Januari 2018 juga melihat dari dekat prospek pertumbuhan potensial di masing-masing enam wilayah global; pelajaran dari jatuhnya harga minyak 2014-2016; dan hubungan antara tingkat keterampilan yang lebih tinggi dan pendidikan dan tingkat ketimpangan yang lebih rendah di pasar dan negara berkembang. (Bank Dunia/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here