President University Membuka Hubungan Lebih Dekat dengan Afghanistan

0
100
Foto: president.ac.id

CIKARANG, presidentpost.id – President University (PresUniv) menyelenggarakan kuliah umum yang bertajuk “Afghanistan Update and Beyond” yang diselenggarakan di Gedung B, President University (20/12). Dr. Arief Rachman, M.D (Duta Besar Indonesia untuk Afghanistan), Dr. Jony Oktavian Haryanto, S.E., M.M., M.A (Rektor President University), Handa S. Abidin, S.H., LL.M., Ph.D (Wakil Rektor Bidang Akademik President University), dan sekiranya 100 mahasiswa dan dosen hadir dalam acara ini.

Semenjak Indonesia memutuskan kebijakan luar negeri tahun 2017 yang berfokus pada interaksi intensif dengan negara-negara lain untuk menjaga kepentingan negara, Indonesia telah berperan aktif dalam proses perdamaian di beberapa negara seperti Myanmar dan Afghanistan.

Indonesia memiliki peran yang halus yaitu berbagi praktik terbaik, sebagai dasar keterlibatan Indonesia dalam proses perdamaian Afghanistan.

“Sebenarnya Afghanistan itu hampir sama dengan Jakarta, namun pemberitaan media terus berfokus pada bom disana,” ungkap Dr. Arief.

Selama kunjungannya ke Indonesia, Presiden Ashraf Ghani meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk secara aktif berpartisipasi sebagai mediator dalam Proses Perdamaian Afghanistan.

Presiden Ashraf Ghani meminta kontribusi Indonesia ‘membangun perdamaian’ di Afghanistan. Ia juga meminta kemungkinan bahwa Indonesia menjadi tuan rumah untuk ‘Proses Perdamaian yang dipimpin Afghanistan’ antara Pemerintah Afghanistan, HPC (High Peace Council) dan Taliban.

Pada hari yang sama PresUniv menadatangani kerja sama dengan Kardan University, Afghanistan. Persetujuan kerja sama tersebut ditandangani oleh Presiden Kardan University, Roeen Rahmani dan Rektor PresUniv, Dr. Jony Oktavian Haryanto di Jababeka Golf, Cikarang.

Kerja sama tersebut diperkirakan akan meliputi pertukaran pelajar, program magang, dan kuliah umum.

“President University menantikan kemungkinan kemitraan baru dengan Kardan University. Sebagai universitas yang relatif muda, kedua pihak bisa bekerja sama untuk menciptakan sesuatu yang hebat bagi mahasiswa dan universitas,” kata Marissa N. Astika, Direktur kerja sama luar negeri PresUniv. (PU/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here