President University Siap Mempersiapkan Pemimpin Masa Depan Papua Nugini

0
77
Foto: president.ac.id

CIKARANG, presidentpost.id – Pendidikan dan pembangunan suatu bangsa tidak bisa terpisahkan. Suatu bangsa akan maju bilasumber daya manusia (SDM) terdidik dijadikan poros pembangunan. Inilah yang menjadi dasar kerja sama antara President University (PresUniv) dan Central Provincial Government, Papua Nugini.

Untuk mewujudkan kerja sama tersebut, Selasa (9/1), Gubernur Central Provincial Government, Papua Nugini, Hon. Robert Agarobe, dan Duta Besar Papua Nugini untuk Indonesia, HE Peter Ilau berkunjung ke President University(PresUniv). Mereka diterima oleh Rektor PresUniv, Dr. Jony Haryanto, Wakil Rektor Bidang Komunikasi dan Kerja Sama PresUniv, Handa S. Abidin, SH, LL.M, Ph.D.,  dan Direktur Kerja Sama Luar Negeri PresUniv, Marissa N. Astika, B.Sc., M.Sc.

Kunjungan tersebut bertujuan membahas kerja sama kedua belah pihak dalam bidang pendidikan, yang mencakuppemberian beasiswa bagi mahasiswa beprestasi dari kedua belah pihak. “Kerja sama ini merupakan salah satu bagian dari visi membangun Central Province. President University saya harap dapat berkontribusi untuk melahirkan SDMterdidik dan berkualitas untuk mendukung gubernur dalam membangun provinsi,” kata Peter Ilau.

Peter, yang telah menjabat sebagai Duta Besar sejak enam tahun lalu, mengatakan bahwa sampai sekarang belum ada mahasiswa Papua Nugini yang bersekolah di Indonesia. Lewat kerja sama ini, ia berharap mahasiswa Papua Nugini bisa memulai perkuliahan di PresUniv pada tahun 2018.

Sementara Robert Agarobe, pengusaha yang menjabat Gubernur Central Province sejak 2017, mengatakan bahwa kebanyakan masyarakat Papua Nugini masih tinggal di pedesaan. Melalui pendidikan, dia berharap bisa lahir SDM yang hebat untuk membangun negaranya. Menurut Agarobe, sebagai tetangga terdekat, Indonesia dan Papua Nugini mempunyai banyak kesamaan. Agarobe juga yakin bahwa PresUniv memiliki sesuatu ditawarkan. Itulah yang membawanya ke Indonesia. “PresUniv yang berlokasi di tengah kawasan industri bisa memberikan pengalaman mengenai industri bagi mahasiswa yang belajar di sini. Itulah yang kami ingin lakukan di Papua Nugini. Kami ingin menjadikan provinsi kami menjadi daerah industri. Kami ingin masyarakat turut andil dalam apa yang kami lakukan,” ungkap Robert.

Selama di PresUniv, delegasi dari Papua Nugini tersebut mengunjungi beberapa fasilitas kampus, seperti perpustakaan, asrama, dan fasilitas olahraga di Jababeka Golf. Sebagai tindak lanjut, PresUniv akan melakukan kunjungan balasan ke Papua Nugini pada Februari medatang untuk membahas lebih detail mengenai kerja sama ini. Kata Rektor PresUniv Jony Haryanto, “Kami siap membantu mereka dalam mempersiapkan pemimpin masa depan bagi Papua Nugini.” (PU/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here