Wali Kota Semarang Sangat Peduli Dengan Yang Namanya Kesehatan Untuk Warganya

0
388
suaramerdeka.com

SEMARANG, presidentpost.id – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi sangat peduli dengan yang namanya kesehatan untuk warganya. Salah satu penyakit yang ia ingin minimalkan adalah Thalamesia. Karena hingga hari ini belum ada obatnya untuk penyakit tersebut.

Sehingga apabila ada pihak luar yang ingin membantu mengentaskan penyakit Thalasemia misalnya dengan cara memberikan sosialisasi lewat talkshow, Walikota yang akrab disapa Hendi itu akan senang hati menerimanya.

Hal ini terlihat dalam acara talkshow yang digagas oleh Rotary Club bertajuk “Cegah Thalasemia di Area 123 Semarang dan Sekitarnya”, Sabtu (20/1) kemarin. Hendi memberikan apresiasi atas insiatif yang dilakukan pihak Rotary Club Semarang itu.

Ia menuturkan, membangun dan memberdayakan masyarakat adalah urusan pemerintah yang membutuhkan waktu lama. Dengan partisipasi seperti dari masyarakat, penyakit Thalasemia yang hingga sekarang belum bisa disembuhkan, bisa dicegah dengan upaya-upaya preventif untuk warga semarang.

Dikatakannya, Thalasemia merupakan salah satu penyakit yang menjadi momok masyarakat zaman ini karena termasuk 5 besar penyakit yang menelan biaya terbesar, setelah penyakit jantung, ginjal, kanker, liver dan terakhir penyakit thalasemia itu sendiri.

Maka pihaknya bersama Dinas terkait akan membantu sekuat tenaga agar warga yang apabila mengidap thalasemia bisa disembuhkan gratis.

“Salah satunya dengan program kesehatan yang bernama Universal Health Converage (UHC) yang mana semua warga semarang yang sakit termasuk apabila sakit Thalasemia ditanggung gratis biaya pengobatannya di kelas 3 rumah sakit seKota Semarang,” jelasnya, dikutip dari tribunnews.com.

Selain itu dengan program konter (Konsul Dokter) melalui nomer WA 08112900132, Pemkot Semarang memberikan layanan gratis kepada masyarakat untuk bertanya tentang semua persoalan kesehatan selama 24 jam.

Sementara Ketua Penyelenggara Rotary, Dyah Anggraeni, mengatakan maksud tujuan penyelenggaraan talkshow adalah memberikan diseminasi informasi/ sosialisasi kepada sasaran Thalasemia seperti calon pasangan yang akan menikah, mahasiswa, remaja, dan organisasi wanita se-Kota Semarang.

“Serta melakukan screening apakah membawa bibit penyakit Thalasemia atau tidak,” ucapnya.

Dyah menambahkan beberapa hal yang telah dilakukan Rotary dalam meminimalisasi penyakit Thalasemia.

Antara lain melakukan sosialisai dari Bulan November 2017 sampai Januari 2018 dengan 1.300 peseta, pembiayaan dalam bentuk subsidi pemeriksaan screening Thalasemia sebesar Rp 150 ribu per orang sampai dengan Juni 2018, dan konseling genetika gratis.(TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here