Sido Muncul Melakukan Ekspansi Ke Pasar Filipina dan Mendapat Sambutan Yang Baik

0
267
foto : tribunnews.com

JAKARTA, presidentpost.id – PT Sido Muncul melakukan ekspansi ke pasar Filipina, dengan memperkenalkan dua produk sekaligus yakni Tolak Angin Herbal dan Kuku Bima Energi.

Filipina dipilih sebagai negara yang menjadi pangsa pasar, lantaran masyarakat setempat dinilai memiliki tradisi minum jamu yang serupa dengan Indonesia.

“Di Filipina itu tradisi minum jamunya ada. Di sana namanya pitu pitu, bahannya ada 7 macam. Secara tradisi sama,” kata Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, Kamis (25/1), mengutip dari tribunnews.com

Selain mendirikan cabang di Manila, Sido Muncul juga mengajak peneliti untuk berkunjung dan bertemu dengan 65 sub distributor yang berada di bawah naungan Integrated Marketing & Distribution Services/IMDS OPCOM (MANCOM), yang merupakan distributor resmi Sido Muncul di Filipina.

Pertemuan diadakan pada Rabu (24/1/2018) lalu, yang dipimpin oleh Maria R Hidayat, selaku Marketing Vice Direktur PT Sido Muncul, serta turut dihadiri Carlo Lukman Windarto selaku General Manager Export, Linawati Suteja General Manajer Marketing, Ludwig Brasali Senior Marketing Manager Tolak Angin, Ipang Djunarko S.Si, M. Sc, Apt dari Fakultas Farmasi Universitas Sanatha Dharma Yogyakarta, Prof dr Edi Dharmana M. Sc., Ph.D Sp. Park Imunolog Peneliti Herbal dan Guru Besar Universitas Diponegoro Semarang.

Pertemuan tersebut guna memperkenalkan sejarah, produk Sido Muncul, serta rangkaian penelitian yang dilakukan.

Uji Toksisitas dilakukan oleh tim peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Sanatha Dharma Yogyakarta. Sementara Uji Khasiat Dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang.

Menurut Maria R Hidayat, pertemuan tersebut mendapat respon positif. Hasil riset pasar yang dilakukan tim Sido Muncul ke sejumlah pasar sekaligus juga membuktikan masyarakat setempat menyambut positif produk Sido Muncul.

“Mereka (masyarakat) suka ya, kami jelaskan produknya apa, Tolak Angin fungsinya untuk apa saja. Meski di Filipina nggak ada, nggak ada istilah masuk angin. Tetap saja mereka merasakan gejalanya, saat imunnya turun. Mereka juga mencicipi, suka ya tastenya sama kayak kita,” katanya, mengutip dari tribunnews.com

Produk Tolak Angin Herbal dan Kuku Bima Energi, sudah mendapat izin edar dari Food and Drug Administration, sejak 16 November dan 10 Oktober 2017 lalu.

Secara resmi telah ditandatangani pula oleh Ms. Pilar Marilyn P. Pagayunan, MBA., selaku
Direktur VI Center for Food Regulation and Research.

Sementara itu, Irwan Hidayat berharap, ekpansi pasar di Filipina dapat mendulang sukses dan diikuti dengan negara Asia lainnya yang turut mereka targetkan.

“Mudah mudah nanti kita berhasil di Filipina, dan bisa juga masuk ke negara lain,” katanya, mengutip dari tribunnews.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here