Toyota Avanza Masih Dicintai Oleh Masyarakat Indonesia

0
216
foto : google.co.id

JAKARTA, presidentpost.id – Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) merilis data penjualan mobil secara wholesales tahun 2017. Angkanya mencapai mencapai 1.079.308 unit. Angka ini naik tipis, sekitar 1,6 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 1.062.716 unit. Sebanyak 253.808 unit di antaranya, disumbang jajaran produk Low MPV.

Angka itu menjadikan kendaraan keluarga harga terjangkau ini sebagai kontributor penjualan terbesar. Munculnya mobil baru seperti Mitsubishi Xpander dan Wuling Confero di pertengahan tahun lalu, turut mendongkrak penjualan di segmen ini. Faktanya, pada 2016, jenis mobil ini hanya mencapai 249.927 unit.

Lantas Low MPV apa yang terlaris? Toyota Avanza? Tentu saja. Mobil yang memulai karirnya sejak 2003 ini berhasil menjaga slogannya sebagai mobil sejuta umat. Buktinya selama setahun kemarin saja tak kurang 116.311 unit terdistribusikan. Jika dirata-rata dari 12 bulan maka hampir 10 ribu unit diantarkan dari pabrik ke diler.

Posisi kedua dikuasai sang kembaran, Daihatsu Xenia dengan penjualan 38.535 unit.  Honda Mobilio mengekor di belakangnya dengan 35.430 unit. Suzuki Ertiga yang hanya berbeda sedikit dengan Honda, menempati peringkat keempat dengan penjualan 35.338 unit.

Bagaimana penjualan Mitsubishi Xpander? Menurut data Gaikindo, produk ini terjual 13.070 unit sepanjang tahun lalu. Tapi perlu dicatat, angka penjualan ini baru dimulai September hingga akhir Desember. Itupun dengan kapasitas produksi yang baru maksimal di saat-saat akhir. Hal itu tentu membuatnya patut diperhitungkan di 2018. Pasalnya Avanza, Xenia, Mobilio dan Ertiga sudah berniaga memulai penjualan sejak awal tahun, bahkan sebelumnya.

Wuling Confero sendiri penjualannya mencapai 4.958 unit sepanjang tahun lalu. Model ini juga baru memulai produksinya Juli tahun lalu. Jika dirata-rata, maka kemampuan dagangnya sekitar 800 unit. Angka yang cukup membanggakan untuk ukuran merek yang sama sekali baru.

Seperti diketahui, produk MPV, terutama di kelas bawah, memang lebih digemari di Indonesia dibanding segmen lain seperti hatchback atau sedan. Setidaknya ada tiga alasan laris manisnya produk small MPV di Indonesia.

Pertama, orang Indonesia senang dengan mobil berdaya angkut banyak, masih berlaku hingga kini. Tidak hanya muat banyak, teknologi serta fitur yang menunjang kenyamanan dan keamanan penggunanya, juga terus meningkat dan jadi daya tarik tersendiri.

Kedua, produknya rata-rata hemat bahan bakar. Mobil di kelas ini, menggunakan mesin berkapasitas 1,3 hingga 1,5 liter. Dengan kapasitas yang tidak terlalu besar, membuat mobil jenis ini dianggap lebih hemat bahan bakar. Terakhir, tentu saja harga. Sesuai namanya, Low MPV memiliki harga yang relatif terjangkau bagi masyakarat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here