Ciputra Group Akan Membuka Kesempatan Kepada Pemilik Lahan Sebagai Partner Usaha

0
398
foto : google.co.id

JAKARTA, presidentpost.id – Pengembang properti papan atas Ciputra Group akan terus membuka kesempatan kepada pemilik lahan sebagai partner usaha. Demikian diungkapkan Rina Ciputra, Presiden Direktor Ciputra Artpreneur, anak usaha Ciputra Group, menjawab pertanyaan AKURAT.CO, usai acara Ekonomi Outlook dan Peluncuran Artpreneur Talk 2018, di Jakarta, Senin (30/1).

“Kami melihat ada peluang untuk memajukan usaha kami dengan cara bekerjasama dengan pihak lain yang memiliki lahan,” ujarnya, mengutip dari akurat.co.id
Menurut anak tertua Pak Ci itu, banyak orang yang punya lahan tapi tidak mempunyai waktu, pengetahuan, atau tim manajemen untuk membangunnya agar lahan itu memiliki nilai tambah.

“Kalau seseorang hanya punya lahan saja tentu lahan itu tidak punya nilai tambah. Lahan baru punya nilai tambah kalau di atasnya ada yang dibangun. Jadi you put the value added,” tutur Rina, mengutip dari akurat.co.id

Dengan prinsip demikian, lanjutnya, Ciputra Group membuka peluang untuk berpartner dengan pemilik lahan.

“Alhamdulillah yang punya lahan itu senang berpartner dengan kami sehingga kami sekarang banyak mendapat tawaran dari pemilik tanah untuk bekerja sama, ” katanya, mengutip dari akurat.co.id

Menurut Rina, dalam partnership itu Ciputra Group bertindak sebagai operator bisnis serta berbagi kehalian dan pengetahuan dengan pemilik lahan.

Sampai hari ini, katanya, Ciputra Group sudah mendapat tawaran kerjasama dengan 60-an pemilik lahan. Caranya, Ciputra Group dan pemilik lahan membuat perusahaan baru lalu pihak Ciputra yang mengelola perusahaan itu.

“Yang punya tanah dibayar kalau lahan atau proyeknya sudah laku,” kilah Rina, mengutip dari akurat.co.id
Dia menjelaskan, pihaknya cukup selektif dalam menentukan kerja sama itu. Syarat yang utama, ujar Rina, lahan yang diajukan harus memiliki potensi untuk dikembangkan sehingga laku dipasar.

Karena, katanya, tidak ada gunanya lahan dikembangkan kalau nantinya jadi properti yang mati. Untuk menilai fisibilitas bisnis lahan itu pihak Ciputra Group akan melibatkan tim khusus.

Menurut Rina, saat ini Ciputra Group memiliki 138 anak usaha properti yang tersebar di 34 kota dan negara yaitu di China, Kamboja, dan Vietnam.

“Tahun ini kami akan fokus di tiga negara itu dan di dalam negeri karena opportunity di dalam negeri masih sangat besar,” katanya, mengutip dari akurat.co.id
Rina berharap kondisi bisnis properti tahun 2018 ini lebih baik ketimbang tahun 2017. Alasannya, situasi bisnis properti pada 2017 tidak sebaik tahun sebelumnya.

“Kalau melihat harga saham hari ini sih baik. Yang penting kita harus optimis dalam semua hal. Kalau belum apa-apa sudah ketakutan ya pasti kalah,” sahut Rina ketika ditanya prediksi bisnis properti pada 2018, mengutip dari akurat.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here