Seluruh Sektor Menguat IHSG Dibuka Menghijau

0
76

JAKARTA, presidentpost.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membalikkan posisi di akhir sesi kemarin yang sempat memerah dengan dibuka masuk zona hijau pada perdagangan, Jumat (2/2). Saat premarket IHSG dibuka menguat 39,70 poin atau 0,60 persen ke 6.638.

Menuju pukul 09.01 WIB, IHSG kembali naik 41,95 poin atau 0,64 persen ke 6.640,40. Dari 283 saham yang diperdagangkan, 150 di antaranya menguat, 39 melemah dan 94 stagnan. Frekuensi perdagangan tercatat 19.701 kali dengan nilai transaksi Rp349,49 miliar dan 433,58 juta lembar saham diperjualbelikan.

10 sektoral penggerak IHSG seluruhnya menguat. Sektor keuangan berhasil memimpin penguatan dengan naik 1,08 persen atau 12,75 poin.

Kontributor utama lain yang berhasil membawa IHSG ke zona hijau adalah sektor aneka industri naik 0,99 persen atau 14,10 poin, diikuti infrastruktur naik 0,82 persen atau 9,45 poin, manufaktur naik 0,55 persen atau 9,17 poin, properti naik 0,55 persen atau 2,98 poin dan konsumer naik 0,50 persen atau 14,18 poin.

Adapun saham yang masuk daftar top gainers, yaitu PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp800 atau 2,06 persen ke Rp39.600, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp1.300 atau 5,56 persen ke Rp24.675, PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp75 atau 0,87 persen ke Rp8.650 dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik Rp40 atau 1,01 persen ke Rp4.020.

Sementara, saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers, yakni PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp925 atau 3,00 persen ke Rp29.875, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) turun Rp150 atau 0,69 persen ke Rp21.725, PT Indika Energy Tbk (INDY) turun Rp30 atau 0,70 persen ke Rp4.270, dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) turun Rp40 atau 1,67 persen ke Rp2.360.

Beralih ke Bursa Asia, mayoritas indeks pasar saham di sana melemah tak mengekor capaian Wall Street di sesi terakhir yang berhasil menguat.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,75 persen setelah menghentikan penurunan beruntun enam hari di sesi sebelumnya. Sektor teknologi sebagian besar melemah, dengan SoftBank Group turun 0,95 persen.

Fanuc Manufacturing turun 0,2 persen dan Fast Retailing kehilangan 1,59 persen. Saham maskapai juga turun, dengan ANA Holdings turun 3,64 persen di pagi hari.

Saham Nomura Holdings turun 2,04 persen, menjadi salah satu emiten keuangan yang berkinerja buruk, setelah perusahaan tersebut mengumumkan pendapatan kuartal ketiga pada hari Kamis. Laba bersih untuk kuartal tersebut naik sekitar 25 persen menjadi 88 miliar yen (804,8 juta dolar AS).

Di Korea Selatan, Indeks Kospi turun 0,96 persen karena penurunan saham blue chips teknologi membuat indeks lebih rendah. Samsung Electronics kehilangan 2,73 persen, SK Hynix turun 1,61 persen dan Samsung SDI turun 3,47 persen menyusul rilisnya pendapatan teknologi di dalam negeri semalam.

Indeks Down Under, S&P/ASX 200 membalikkan kerugian di akhir sesi kemarin dengan naik 0,2 persen. Sektor energi dan emas termasuk yang berkinerja terbaik, dengan masing-masing naik 1,76 persen dan 1,34 persen. Sektor keuangan naik tipis 0,36 persen.
(TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here