Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Kemendag Gelar Diskusi Umum Outlook PBK, SRG, dan PLK 2018

0
139

JAKARTA, presidentpost.id –  Kementerian Perdagangan RI (Kemendag) menggelar diskusi umum Outlook Perdagangan Berjangka Komoditas (PBK), Sistem Resi Gudang (SRG), dan Pasar Lelang Komoditas (PLK) 2018 di Auditorium Utama Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (7/2).

Kemendag terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, tak terkecuali dalam Industri PBK, SRG, dan PLK. Dengan para pemangku kepentingan, pada kesempatan ini Mendag juga meresmikan Sistem Pengawasan Terpadu Transaksi Tunggal, Sistem Perdagangan Alternatif (SPTT-SPA).

Diskusi umum ini dihadiri Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional sebagai pembicara kunci, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Peneliti INDEF, dan Direktur PT Bahana TCW Investment Management. Selain itu, diskusi ini dihadiri juga 150 orang peserta yang berasal dari Dinas yang membidangi Perdagangan, Direksi Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka, perbankan, serta pelaku usaha PBK, SRG, dan PLK.
“Industri Perdagangan Berjangka Komoditi, Sistem Resi Gudang, dan Pasar Lelang Komoditas harus bersinergi dalam menghadapi era perdagangan digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Mendag.

Mendag menjelaskan, menurut data BPS pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2017 sebesar 5,07%, diperkirakan terus tumbuh pada tahun 2018 menjadi 5,1%. Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan ekspor dari semula 5-7% meningkat menjadi 11%.

“Target tersebut didasarkan asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke arah yang lebih baik,
pemulihan ekonomi global, dan perbaikan harga komoditas di pasar internasional,” terang Mendag.

Untuk itu, Kemendag melalui Bappebti akan menyelaraskan arah kebijakannya untuk mendukung peningkatan kinerja perdagangan.

Langkah yang akan ditempuh Bappebti antara lain dengan meningkatkan daya saing produk dan ekspor serta pengendalian impor melalui optimalisasi pemanfaatan bursa berjangka komoditi sebagai sarana lindung nilai, pembentukan harga, penetapan efisiensi harga, dan sarana investasi.

Selain itu, Bappebti berperan mendorong pertumbuhan perekonomian daerah melalui percepatan implementasi SRG sebagai sarana tunda jual, pemantauan stok komoditas dan alternatif pembiayaan modal kerja bagi Petani, UKM, Koperasi, dan pelaku usaha.

Bappebti juga berperan meningkatkan optimalisasi PLK untuk efisiensi mata rantai perdagangan, sarana pembentukan harga, penetapan referensi harga, dan menunjang perdagangan ekspor komoditas unggulan. (Risma/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here