President University Raih Spirit of Jessup Award dalam Philip C. Jessup International Moot Court Competition 2018

0
113
Foto: president.ac.id

BALI, presidentpost.com – President University (PresUniv) melalui mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum berhasil menempati 10 besar babak nasional dalam kompetisi “Philip C. Jessup International Moot Court Competition 2018” yang diselenggarakan di Universitas Udayana, Bali (2-4/2).

Tim PresUniv dianugerahi “Spirit of Jessup Award”, sebuah penghargaan yang diberikan pada tim yang paling baik mencontohkan semangat kebersamaan, keunggulan akademis, persaingan, dan apresiasi kepada sesama kompetitor. PresUniv juga terpilih karena merupakan satu-satunya tim pertama yang berhasil masuk dalam Top 10 sekaligus mendapat nilai bagus.

Sebanyak 23 tim dari berbagai universitas di Indonesia bertanding dalam kompetisi ini. Tim tersebut terdiri dari tujuh mahasiswa Ilmu Hukum angkata 2015 yaitu Suherlin, Niluh Larasathy Pinkan, Selly Marcelina, Vera Wati Natalita S, Wiwin Widianingsih, Rizki Maryam Amanda, Rahmah Mutiara Mustikaningsih, dan di mentori oleh Ulya Yasmine Prisandani, S.H., LL.M, salah satu dosen Ilmu Hukum PresUniv.

Jessup adalah kompetisi moot court terbesar dengan peserta yang datang dari setidaknya 645 sekolah hukum di 95 negara. Kompetisi tersebut merupakan simulasi perselisihan fiktif antar negara dalam Mahkamah Internasional, organ peradilan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Motto tim untuk kompetisi ini adalah ‘kerja keras tidak pernah mengkhianati’. Tapi sebagai pelatih, dengan bangga saya bisa mengatakan bahwa mereka pantas menerima penghargaan ini dan berada di posisi 10 besar melihat kerja keras yang mereka berikan selama bulan-bulan terakhir ini. Ini adalah pengalaman yang tak ternilai dan berharga bagi mereka, hal ini dapat mengembangkan mereka menjadi lebih baik lagi sebagai mahasiswa hukum maupun sebagai individu profesional, “kata Yasmine.

Tim PresUniv mempersiapkan diri untuk kompetisi ini selama dua bulan. Merskipun mereka berlatih sangat keras yaitu pada hari Senin sampai Jumat dari jam 17.00 sampai 24.00, namun pengorbanan tersebut terbayar dan anggota tim tersebut bisa menyeimbangkan tugas kuliah dan persiapan lomba ini.

“Kami bersyukur dapat mengikuti lomba ini. Jujur kami belajar sangat banyak, terutama dalam bidang International Law. Kami juga belajar bagaimana menyusun memo yang baik dan sistematik serta cara mengutip sumber hukum yang terpercaya,” tutur Suherlin. (PU/TPP)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here