Cegah Kecurangan Transaksi dengan Fraud Detection System DOKU  

0
173

CIKARANG, presidentpost.id – President University mengadakan kegiatan kuliah tamu bertajuk, “ Big Data : Future Trend and Implementation,” yang bertempat di auditorium Charles Himawan, President University, Cikarang (12/2) . Kegiatan ini dihadiri oleh para pakar IT dari PT Nusa Satu Inti Artha atau DOKU, yaitu Arthur Purnama (VP of Tech Process Management DOKU), Sugiharto (VP of Risk Management DOKU), dan Reza Farasdak (Product  Owner DOKU). Kegiatan ini juga dihadiri oleh Big Data Project Director PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Komang Budi Aryasa.

Dalam kesempatan ini, para pembicara dari DOKU menjelaskan bagaimana penerapan big data dalam perusahaan mereka. Seperti membaca pola transaksi pelanggan, penerapan model machine learning, serta mencegah kecurangan (fraud) transaksi dengan fraud detection system.

“Berkaitan dengan big data, DOKU digunakan dalam fraud detection system, yaitu untuk menganalisa fraud transaksi yang masuk ke DOKU,” ujar Sugiharto.

” Secara garis besar prosesnya seperti ini, dari online store masuk ke shopping chart , setelah masuk ke shopping chart akan masuk ke payment page. Nanti kalian akan lihat, mau bayar pakai kartu kredit, internet banking, atau apa. Baru disini masuk ke area DOKU, diproses paymentnya,” lanjut VP of Risk Management DOKU.

“Kemudian data transaksi tersebut di lempar ke bank. Pihak bank akan menilai apakah transaksi tersebut  diterima atau ditolak karena mereka  telah memiliki data-data baik buruknya pelanggan. Setelah itu, data transaksi akan dikembalikan ke merchantnya. Apakah transaksi tersebut berhasil atau tidak,” jelas Sugiharto.

Penerapan analisa fraud transaksi di DOKU ini pun mengalami perkembangan. Mulai dari dilakukan secara manual hingga menggunakan sistem.

“Pada awalnya di tahun 2010, kita hanya menggunakan analisa manual. Orang ini akan mengecek data-data transaksi yang masuk ke DOKU. Ini memerlukan waktu sekitar 5 sampai 10 menit. Seiring dengan bertambah banyaknya data transaksi, hal ini jika dilakukan seorang saja akan memerlukan waktu yang lama. Maka kita harus menambah orang  dan cost,” ujar Sugiharto.

“Akhirnya di tahun 2014 kita coba menggunakan system semi manual, menggunakan host base dengan presentase 50% oleh system dan 50% lagi oleh human. Bahkan, sekarang presentasenya semakin membesar lagi menjadi 85% system dan 15% oleh human,” tutup beliau.

Berdiri sejak tahun 2007, DOKU yang sebelumnya bernama PT. Nusa Satu Inti Artha dikenal sebagai perusahaan penyedia layanan pembayaran elektronik dan manajemen resiko pertama di Indonesia. Dengan semangat kerja keras dan totalitas dalam mendukung kebutuhan bisnis online para merchant, DOKU semakin dipercaya dan menjadi layanan pembayaran elektronik pilihan bagi merchant nasional maupun internasional. (TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here