Flavia Nambooze: Indonesia Sangat Menakjubkan

0
57

CIKARANG, presidentpost.id – Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengisi semua kesan kedatangan saya di Indonesia. Apakah saya tahu tentang negara ini? Oh ya, tentu saja! Google, Al-Jazeera (Saluran Satelit Jazeera) dan CNN yang secara intrik diilhami oleh budaya Indonesia dan filosofinya yang berakar dalam.

Aspek keramahan benar-benar menantang model mental saya, saya terkejut dengan beberapa orang yang saya temui di Terminal kedatangan 2D, rasanya seperti saya bertemu mereka untuk kedua kalinya. Salam budaya dengan esensi hormat keibuan dan petunjuk untuk menemukan minimarket untuk menunggu layanan penjemputan, saya merasa aman disini. Dapatkah kamu bayangkan seorang pria yang mengenakan seragam penjaga membuat panggilan telepon atas nama saya untuk mengkomunikasikan kedatangan saya supaya saya dijemput?!.

Bapak Ginanjar, pengemudi, menawari saya dengan sebotol air setelah saya naik ke mobil; sebuah tanda selamat datang di Afrika. Kami berangkat menuju Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta.

Ketika jarum pendek dari jam menunjukan pukul 6 sore, di Uganda, Afrika Timur menunjukan pukul 2 siang, pikiran saya kembali pada rumah dan saya pikir saya sedang memetakan pemikiran. Kendaraan seperti Grab dan Uber sibuk dalam perjalanan dan orang-orang yang saya lihat juga sibuk bergerak, ini membuat saya merasakan waktu dan pengaruhnya.

Pembekalan formal dengan administrator universitas sangat menarik. Orientasi di kampus mengenai asrama membuat saya bisa berinteraksi dengan tim orientasi dan student buddies; saya masih tetap menyukai pembicaraan produktif dan cerdas yang kami lakukan. Perhatian yang saya dapat ketika koper saya hilang membuat saya seperti mendapat perhatian dari orang tua.

Faktanya saya seperti orang yang baru lahir sebagaimana saya mengobservasi bagian berbeda dari sistem di Indonesia seperti halnya di bandara Soekarno-Hatta dengan kerajinan tradisional yang tergantung di dinding hotel dan di universitas.

Wow!! Mempelajari bahasa Indonesia sangat menyenangkan, bagaimana membunyikan karakter, dan bagaimana pengucapannya sangatlah hebat. Kata-kata pertama saya adalah; Terima kasih, Selamat sore, Selamat datang, dan memperkenalkan diri serta alasan mengapa saya disini seperti: “Nama ku Flavia Nambooze, aku dari Uganda, East Africa, aku disini untuk belajar bahasa Indonesia”. Belajar hal ini saat hari kedua saya membuat saya terinspirasi untuk belajar lebih banyak kosakata dan saya secara rutin menggunakannya dalam berkomunikasi dengan oranga-orang di negara saya dan juga teman sekamar.

Saya berharap untuk lebih banyak belajar mengenai kebudayaan dan bagaimana filosofinya berdampak pada cara berpikir masyarakat dan melakukan sesuatu dengan beda, khususnya saya ingin mendaftar untuk melanjutkan jenjang S2 di Indonesia. Saya berharap utnuk berinteraksi dengan orang berbeda disini untuk memperoleh transformasi diri atau berinovasi dalam proyek komunitas sebagai bentuk balas budi untuk pemerintah Indonesia yang telah mendanai program Darmasiswa.

Sekali lagi saya sangat berterima kasih! (TPP/presuniv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here