President University Adakan Kuliah Umum Cultural Diversity untuk Mahasiswa Asing

0
205

CIKARANG, presidentpost.id – President University mengadakan Kuliah Umum Cultural Diversity yang diikuti oleh Mahasiswa asing yang berasal dari China, Korea Selatan, Taiwan, Timor Leste dan Afghanistan. Sebanyak 80 mahasiswa dari angkatan 2008 ini mendapat pencerahan dari Roesmiati Soepandji dan S.D. Darmono.

Mereka selama tiga hari dari tanggal 23 25 Februari 2018 bertempat di Senior Living DKhayangan Jababeka bisa mengenal kebudayaan dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

Disa Evawani Lestari Silaen, S.S., M.Sc. selaku Dosen Mata Kuliah Bahasa Inggris dan Mata Kuliah Cultural Diversity menyampaikan, “Kuliah Umum Cultural Diversity bertujuan agar mahasiswa internasional di President University lebih mengenal budaya Indonesia tempat mereka menuntut ilmu, sehingga tidak merasa asing atau terisolasi di Indonesia.”

Lebih dari itu, pihak kampus ingin mahasiswa President University terbiasa dengan perbedaan dan saling mengenal melalui interaksi pertanyaan atau komentar yang muncul pada sesi kuliah umum. Contohnya mahasiswa jadi sadar bahwa konsep Ketuhanan yang asing di negara mereka ternyata merupakan sesuatu yang sangat melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

“Dengan adanya pengenalan akan keberagaman budaya, kami harapkan mahasiswa asing President University terlatih menghargai perbedaan (embracing diversity) sehingga bisa berkolaborasi dan bekerja sama untuk berkarya. Mereka sangat excited dan ingin menunjukkan budaya negara mereka juga. Bisa dilihat bagaimana antusiasme mahasiswa Timor Leste menyanyikan lagu daerah mereka dan mengenakan pernah-pernik yang mencirikan negara mereka,” ungkap dosen yang bergabung di President University sejak Juli 2016 ini.

Pihak rektorat sendiri sangat mendukung kegiatan ini terbukti dari kehadiran Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, DEA, Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Presiden dan S.D. Darmono penggagas dan pendiri President University.

Dukungan juga melalui penyediaan alat interpreter profesional serta jasa interpreter (dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris dan ke Bahasa Mandarin) untuk memastikan materi yang disampaikan sampai kepada mahasiswa internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Susilo Soepandji menyampaikan, “Mata Kuliah Cultural Diversity sangat penting saat ini untuk saling mengenal antar budaya mahasiswa asing President University. Kegiatan ini merupakan ide dari founder yakni S.D. Darmono dimana dalam satu sesi diperkenalkan nilai-nilai budaya luhur yang ada di Indonesia.”

Salah satunya cerita tentang Soenarto Mertowardoyo dari Solo yang menerima sabda Ilahi, yang disampaikan oleh Ibu Roesmiati Soepandji.

Bahkan menurut saya banyak orang Indonesia masih belum mengetahui cerita ini, termasuk orang Jawa sekalipun. Saya angkat topi idenya Pak Darmono, karena tidak hanya mahasiswa asing yang makin mengenal budaya Indonesia, tetapi juga mahasiswa Indonesia. Cultural Diversity juga untuk menunjukkan kalau Indonesia sangat heterogen, ungkap Budi Susilo Soepandji. (TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here