Sido Muncul Mendapat Penghargaan dari BPOM

0
333
foto : krjogja.com

JAKARTA, presidentpost.id – Dalam rangka ulang tahunnya yang ke 17 Badan POM mengapresiasi para pelaku usaha, media dan pemerintah yang telah melakukan kepedulian terhadap Badan POM sehingga memberikan penghargaan.

“Kita tahu dalam menjamin peredaran obat dan makanan yang beredar agar memenuhi aspek mutu, kualitas, dan keamanan. Badan POM tidak dapat bekerja sendiri. Badan POM perlu mendapat dukungan dari para stakeholder dan semua lapisan masyarakat termasuk pelaku usaha, media dalam melakukan pengawasan obat dan makanan,” kata Kepala Badan POM Penny K Lukito Rabu (28/02) di Balai Kartini, Jakarta Rabu, (28/02), mengutip dari krjogja.com

Salah satu penerima penghargaan adalah PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Penghargaan akan diserahkan oleh Kepala Badan POM RI, Ir Penny Kusumastuti Lukito, MCP, Ph.D. Dan diterima oleh Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat.

Selain penghargaan kepada para pelaku usaha, ada beberapa kategori lain yaitu kategori Desa Pangan Aman untuk Desa Potorono Bantul DIY. Kategori Media Nasional, kategori Masyarakat, dan UMKM.

Direktur Marketing Sido Muncul Irwan Hidayat mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang telah diberikan.

“Sido Muncul dalam menjalankan bisnisnya konsisten dalam menghasilkan produk terbaik untuk konsumennya. Prestasi kali ini diperoleh karena Sido Muncul selaku usaha yg menerapkan sistem jaminan mutu melalui budidaya bahan awal terstandar dan telah menembus pasar internasional,” tandasnya, mengutip dari krjogja.com

Menko PMK Puan Maharani mengatakan perlunya pengawasan obat dan makanan memiliki peran yang strategis dan berdampak langsung terhadap ketahanan nasional makanan semakin banyak dan meluas. Metode pengawasan juga semakin dituntut memiliki cara-cara yang canggih, cepat, dan tanggap.

Terkait hal ini, Menko PMK menyampaikan apresiasinya terhadap Badan POM melalui Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman (GERMAS SAPA) yang telah melakukan upaya untuk dapat menghindari pangan yang berisiko terhadap kesehatan dan mengajak masyarakat untuk memproduksi, menyediakan dan mengkonsumsi pangan yang aman dan bermutu.

“Banyak kemajuan BPOM akhir-akhir ini, sinergi antar kementerian/lembaga dilakukan secara aktif dan terlihat jelas di lapangan. Gerakannasional yang bersifat pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu terobosan terhadap upaya untuk menjadikan masyarakat lebih mandiri dalam melaksanakan pengawasan”.

Masyarakat, tambah Menko Puan memainkan posisi strategis karena masyarakat adalah konsumen yang merasakan dampak langsung apabila mengonsumsi produk obat dan makanan yang tidak memenuhi persyaratan mutu dan keamanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here