Kadin Adakan Program Dongkrak Ekspor 500%

0
519

JAKARTA, presidentpost.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengadakan “Dialog Dongkrak Ekspor dan Temu Duta Besar (Dubes) RI untuk Swiss dan Liechtenstein” di Kantor Pusat Kadin, Jakarta, Senin (5/3).

Pertemuan berlangsung di Menara Kadin, Jakarta Selatan pada pukul 10.00 WIB. Turut hadir dalam kesempatan ini Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Benny Soetrisno dan Duta Besar RI untuk Sudan merangkap Eritrea Rossalis Rusman Adenan.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Benny Soetrisno mengatakan, dalam dialog ini Kadin beserta Dubes RI akan mendengar dan mengidentifikasi apa yang harus diprioritaskan.

“Kita akan mewadahi pandangan dari para pengusaha dan mendengar masukan untuk meningkatkan ekspor Indonesia,” ujar Benny.

Benny berharap, dengan adanya dialog ini dapat mengetahui pandangan dan masukan dari para pengusaha untuk meningkatkan ekspor kita saat ini yang menjadi konsen dari pemerintahan Joko Widodo.

Hal senada juga diungkapkan oleh , Duber RI untuk Swiss dab Liechtenstein, Muliaman D. Hadad yang mengatakan, kami ingin lebih banyak mendengar dan mengidentifikasi apa yang harus kita lakukan.

Menurutnya, ada dua hal yang menjadi perhatian para Dubes yaitu, pertama, mambawa masuk investasi ke Indonesia. “Saya pikir investasi merupakan hal yang paling penting guna menopang pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

Selanjutnya, hal yang paling prioritas kedua bagi Dubes adalah meningkatkan ekspor. Ia mengatakan, peningkatan ekspor benar-benar membangun kita untuk kerja lebih sistematis dan kolaboratif membangun sinergi agar ada langkah-langkah yang konkret.

“Pendekatan kolaboratif mungkin menjadi alternatif untuk meningkatkan ekspor,” kata Muliaman.

Dikatakan Muliaman, salah satu upaya mendorong ekspor adalah dengan cara memfinalisasi kerjasama dalam free trade agreement (FTA). “Vietnam sering melakukan FTA, sedangkan Indonesia masih seret. Ini yang akan kita dorong,” imbuhnya.

Muliaman berharap dengan adanya dialog ini dapat mengetahui masalah dan kendala-kendala, sekaligus mendapat masukan dan mengindentifikasi permasalah tersebut secepatnya.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini kita bisa sama-sama bisa menyatukan misi untuk meningkatkan ekspor Indonesia,” tuturnya. (TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here