Pelindo III Kampanyekan Anti-narkoba ke Generasi Millennial Jogja

0
280

JOGJA, presidentpost.id – Tingginya angka prevalensi penyalah guna narkoba di Jogja sangat memprihatinkan. Jumlahnya pun didominasi oleh kalangan pelajar dan mahasiswa. Menyikapi hal ini, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III menunjukkan kepeduliannya melalui upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya kepada generasi millennial Jogja.

Kegiatan yang dipusatkan di  Gedung Asri Medical Center (AMC) Jogja pada Kamis (8/3) itu melibatkan ratusan generasi muda. Di hadapan sekitar 350 mahasiswa, Pelindo III menegaskan kembali komitmen yang telah terjalin dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Desember 2017 lalu di Jakarta, yakni komitmen dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekursor Narkotika.

Menurut Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN Dunan Ismail Isja, keberhasilan aksi P4GN tidak bisa hanya mengandalkan peran BNN maupun Pelindo III saja. “Dibutuhkan partisipasi aktif dari penggiat antinarkoba yang berasal dari
kalangan pelajar dan mahasiswa, sehingga proses identifikasi penyalahgunaan narkoba semakin cepat ditangani,” kata Dunan dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (9/3).

Ditambahkannya pula, peredaran narkoba kerap dilakukan melalui jalur laut dan pelabuhan tidak resmi atau disebut juga dengan jalur tikus. “Karena itu, kami berkolaborasi dengan Pelindo III agar memberikan perhatian khusus terhadap persoalan ini,” lanjutnya.

Toto Heli Yanto, Human Capital and General Affair Director Pelindo III mengatakan upaya P4GN sesungguhnya telah gencar dilakukan di wilayah kerjanya yang mencakup tujuh provinsi, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. “Kami menerapkan sistem pengawasan yang cukup ketat di seluruh lingkungan kerja kami,” kata Toto Heli Yanto.

Meski demikian, ia tidak menampik adanya sejumlah kendala dalam pelaksanaannya, terutama dalam hal indentifikasi varian narkoba yang semakin banyak turunannya. “Faktor expertise yang dimiliki BNN tentu kami butuhkan untuk mengenali dengan mudah pola pendistribusian narkoba, perilaku tidak wajar para pengguna dan pengedar narkoba yang bisa saja ditemui di pelabuhan-pelabuhan kami,” katanya.

Toto menambahkan, Pelindo III juga sedang bertransformasi melalui program-program inovatif di bidang
human capital guna menghindarkan para pegawainya dari penggunaan narkoba. “Inovasi yang kami ciptakan bertujuan untuk menghadirkan keceriaan sekaligus kesehatan bagi seluruh pegawai,” jelasnya.

Ia pun merinci sejumlah program inovatif Pelindo III seperti program bersepeda ke kantor (bike to work), fleksibilitas jam kerja, pakaian bebas selama bekerja dan penambahan cuti untuk ibu menyusui. “Kami percaya bahwa pegawai yang
happy akan mendatangkan manfaat yang besar, baik bagi perusahaan maupun bagi keluarga pegawai,” pungkas Toto yang kemudian disambut riuh tepuk tangan dari para pelajar dan mahasiswa.

Kampanye antinarkoba kali ini digelar sangat atraktif. Dipandu oleh penyuluh narkoba BNNP Daerah Istimewa Yogyakarta Herry Santoso, para peserta diajak untuk terus terjaga dan antusias mengikuti sesi pemaparan. Interaksi terus terjalin dengan beragam yel-yel dan lelucon yang membuat seluruh peserta tak mampu menahan tawa.

Ke depan, kegiatan kampanye serupa akan terus digalakkan di provinsi lainnya yang menjadi wilayah kerja Pelindo III. Kemasannya pun akan didesain dengan konsep ramah terhadap kaum millennial kendati masih berformat seminar,
workshop, ataupun pelatihan bagi para penyuluh. Di sisi internal, Pelindo III juga membuka diri bagi pelaksanaan uji narkoba yang ditujukan pada seluruh pegawainya. (TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here