BNI Dan GO-JEK Bekerjasama Untuk Mendukung Pekembangan UMKM

0
295
presidentpost.id

JAKARTA, presidentpost.id – PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) bekerja sama dengan GO – PAY yang menjadi jembatan bagi perbankan untuk salurkan kredit murah kepada pengusaha UMKM kuliner.

Yang mana GO-PAY bagian dari ekosistem GO-JEK, untuk satu uang elektronik terdepan di Indonesia. Kolaborasi tersebut bertujuan mempermudah para pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terutama di bidang kuliner yang menjadi mitra GO-FOOD untuk mengakses kredit murah (kredit usaha rakyat – KUR) demi pengembangan usahanya.

Chief Executive Officer GO-PAY, Aldi Haryopratomo mengatakan, “Kami melihat terdapat tantangan dalam penyaluran KUR, baik dari sisi perbankan maupun dari pengusaha UMKM. Perbankan memiliki tantangan dalam penentuan target sasar UMKM yang lebih tepat, sementara di sisi UMKM ada tantangan terkait kemudahan akses kepada kredit murah,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Pasaraya Blok M, Selasa (13/3).

Aldi juga menambahkan, “Bila kita melihat lebih dalam, akar pemasalahannya sejarah transaksi UMKM yang belum tercatat dengan baik. Di sini, GO-PAY berusaha menawarkan solusi. Dengan memanfaatkan data transaksi GO-PAY, perbankan bisa lebih mudah menilai kelayakan UMKM untuk menerima kredit. Sedangkan di sisi UMKM, mereka lebih mudah dalam mengakses kredit.”

Kerja sama strategis dengan BNI ini sejalan dengan komitmen GO-PAY dalam mempermudah akses layanan jasa keuangan bagi jutaan keluarga di Indonesia. Dengan GO-PAY sebagai ekosistem GO-JEK, memiliki visi sebagai jembatan antara perbankan dan layanan jasa keuangan dengan masyarakat. Maka dengan adanya kerjasama ini, para pengusaha UMKM bisa mengakses kredit murah tanpa memerlukan agunan tambahan dengan persetujuan pengusaha UMKM.

Aldi melanjutkan, “Data transaksi di GO-PAY bisa menjadi rekomendasi dalam proses underwriting perbankan. Dengan tahap pertama program ini menyasar merchant GO-FOOD yang ada di empat kota yaitu Semarang, Solo, Yogyakarta dan Malang. Para merchant tersebut akan mendapatkan penawaran untuk mengakses KUR mikro dari BNI, dengan plafon kredit maksimal  Rp 25 juta. Kami berharap tahap pertama program ini bisa berjalan dengan baik dan bisa membantu para merchant GO-FOOD untuk mengembangkan usahanya ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto menyambut baik kerjasama yang terjalin . “Dengan memanfaatkan data transaksi GO-PAY, BNI bisa lebih mudah menentukan pelaku UMKM mana yang bisa mendapatkan kredit. Pada tahap awal, KUR hanya dapat dicairkan sebagai Kredit Modal Kerja (KMK) dengan metode repayment angsuran. Pembayaran angsuran dipungut per hari dari pendapatan debitur agar terasa lebih ringan.”

Kerjasama strategis ini sejalan dengan komitmen BNI untuk  menyalurkan KUR sesuai dengan kebijakan Pemerintah. Diharapkan kerjasama ini bisa mendukung pemerintah untuk mencapai target realisasi penyaluran KUR kesektor produksi yang minimal harus mencapai 50% dari target KUR yang diberikan oleh Pemerintah kepada BNI sebesar Rp. 13,5 Triliun.

SEVP Teknologi Informasi BNI Dadang Setiabudi yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan bawah Tim BNI Dan GO-JEK telah menyiapkan sistem aplikasi yang mudah sehingga dapat mendorong percepatan penyaluran kredit kepada UMKM GO-FOOD diseluruh tanah air.

Sementara itu, Chief Commercial Expansion GO-JEK, Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan, “Saat ini GO-FOOD telah bekerja sama dengan lebih dari 125.000 merchant, dimana 70% diantaranya UMKM. Salah satu tantangan yang dihadapi UMKM adalah akses pembiayaan. Kami berharap dengan kemudahan akses kredit murah ini, mereka bisa mengembangkan bisnis, menjangkau pasar yang lebih besar dan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan,” ujar Catherine. (TPP/Eva)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here