Tujuh BUMN Jalin Kerjasama Untuk Efisiensi Bisnis

0
237

JAKARTA, presidentpost.id – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta anak-anak usahanya menjalin kerja sama strategis, antara lain dalam hal pemanfaatan hasil produksi masing-masing perusahaan, untuk mendorong terjadinya efisiensi serta peningkatan kinerja.

Ketujuh BUMN yang bekerja sama itu adalah PT Bukit Asam, PT PLN, PT Semen Indonesia, PT Semen Indonesia Logistik (Silog), PT Pupuk Indonesia, PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog), PT Semen Baturaja, serta PT Patra Jasa.

“BUMN tidak seperti swasta. BUMN adalah agen pembangunan berperan besar dalam menyukseskan berbagai program pemerintah, khususnya di bidang ekonomi kerakyatan. Karena itu dilakukan sinergi, ” terang Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata, Kementerian BUMN, Edwin Hidayat di Jakarta, Kamis (15/3/2018).

Dia menambahkan, bentuk kerja sama antar BUMN itu terbagi menjadi sejumlah hal. Pertama adalah pemanfaatan gypsum, fly ash dan bottom ash (FABA) antara Pupuk Indonesia dan PLN dengan Semen Indonesia dan Semen Baturaja.

Kedua adalah pemanfaatan produk Semen Indonesia dan Semen Baturaja dengan Patra Jasa.

Ketiga adalah joint operational and service antara Silog dengan Pilog.

Keempat kerja sama antara Semen Indonesia dengan Semen Baturaja untuk pengembangan industri.

Edwin menyebutkan contoh efisiensi yang mungkin terjadi dalam kerja sama pemanfaatan FABA.

Adapun, FABA merupakan produk sampingan dari pembakaran batubara yang dilakukan oleh PLN dan Pupuk Indonesia. Produk sampingan ini tergolong limbah berbahaya serta butuh biaya besar jika harus ditangani sendiri.

Namun di sisi lain, FABA merupakan bahan baku yang berguna bagi industri semen, yakni sebagai bahan campuran pengganti batu.

“FABA Itu limbah B3 dan perlu penanganan khusus serta biaya besar kalau mau removal.

Tapi ternyata bisa dimanfaatkan untuk produksi semen, maka disalurkan ke Semen Indonesia dan Baturaja,” jelas Edwin.

Dia berharap, penandatanganan nota kesepahaman antara tujuh BUMN tersebut akan disusul dengan implementasi dalam bentuk kontrak-kontrak yang lebih konkret. (TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here