Indonesia Harus Siap Memasuki Era Layanan Data 5G

0
346

JAKARTA, presidentpost.id – Perkembangan teknologi yang semakin luas tidak hanya menghadirkan peluang baru, tetapi juga permasalahan baru bagi masyarakat dan industri di Indonesia.

Ketua Indonesia LTE Community ‎Iman Aulia memaparkan pendapatnya, perkembangan teknologi yang luas tersebut dapat dilihat pada layanan telekomunikasi, saat ini masyarakat dan industri masih menikmati layanan 4G LTE, namun tidak lama lagi akan hadir layanan 5G di Indonesia.

Selaras dengah hal tersebut, Iman mengatakan, pihaknya telah menyelenggarakan Indonesia LTE Conference 2018‎ bertema Entering The Next Phase of Data Era untuk mengedukasi masyarakat dan indusri terkait mengenai pentingnya penerapan teknologi agar tidak tergerus digitalisasi yang semakin berkembang pesat di Indonesia.

“Setelah masyarakat Indonesia bisa menikmati layanan internet cepat 4G LTE dari berbagai operator kini datang fase selanjutnya 5G.‎ Jangan sampai teknologi sudah siap, namun industri dan masyarakat sebagai penikmat dan pengguna teknologi itu tidak bisa memanfaatkan teknologi tersebut sesuai yang diharapkan,” tuturnya, dikutip dari Bisnis.com.

Iman mencatat saat ini tiga isu yang mulai muncul di industri telekomunikasi, yaitu kendala dalam membangun transmisi, efek gunting sejak era 3G yang masih terjadi sampai kini, dan permasalahan yang muncul karena adanya alokasi frekuensi dan ketersediaan frekuensi yang semakin menipis.

“Bicara perkembangan bisnis industri telekomunikasi, banyak hal yang membuat konstelasi industri berubah. Tahun lalu, layanan data menjadi tren. Masyarakat lebih panik kehabisan kuota daripada habis duit. Kini era 5G sudah datang menjadi sesuatu yang harus dihadapi pelaku industri,” ujar Iman, Kamis (15/3).

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menilai pada Desember 2015 Indonesia Indonesia meluncurkan lanyanan 4G, 2 tahun kemudian, sudah 62.000 eNode dibangun, maka perkembangan layanan internet di Indonesia dapat dikatakan sangat cepat dibandingkan negara lainnya.

“Tidak gampang, tapi bisa tumbuh 2.000 dalam 2 tahun 800 hari. Artinya rata-rata 80 dibangun per hari. Cepat luar biasa. Tapi memang masih ada daerah yang bolong karena mahalnya backbone dan transmisi,” tambah Rudiantara. (TPP/Eva)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here