MATTA Fair 2018 : Indonesia Menjadi Sasaran Wisatawan Asal Malaysia

0
378

KUALA LUMPUR, presidentpost.id — Event tahunan Malaysian Association of Tour and Travel Agents (MATTA) Fair 2018 kebali digelar. Terdapat berbagai penawaran paket wisata yang menarik tidak ketinggalan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama industry-industri ternama dari Indonesia ikut berpartisipasi dalam pameran pariwisata tersebesar di Malaysia tersebut.

Pada kesempatannya, Secretary Tourism Officer Johor, Mohd Azhari Bin Abu Bakar mengungkapkan, Indonesia memiliki semua yang menjadi hobi dan kesukaan wisatawan dari Malaysia. “Karakternya orang Malaysia suka belanja atau shopping, dan luar biasanya Indonesia justru punya semuanya,” ujar Azhari ketika ditemui di sela-sela pembukaan Matta Fair 2018.

Pada kesempatanya, industri asal Malaysia, Zulkarnain, Beststar Travel mengatakan. setiap bulannya ia memboyong wisatawan asal Malaysia sebanyak 300 orang yang terbagi menjadi 5 rombongan untuk berkunjung ke Indonesia.

“Saya sudah membawa mereka semua ke Bandung, Yogyakarta, Medan, Padang, Batam, Jakarta, Bogor, dan Bali dan dengan pesona alam Indonesia yang sangat alami dan sejuk, membuat kami tenang, enjoy dan menghilangkan semua penat, membuat kami tak bosan-bosanya untuk pergih ke Indonesia. Sepulang dari Indonesia, wisatawan yang kami bawa happy sekali,” kata Zulkarnain.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang menilai Indonesia secara positif. Dan Indonesia siap dengan wisata apapun termasuk wisata belanja.

Sumarni menjelaskan, pertumbuhan Mall di Indonesia sangat bagus dan tersedia bagi kelas menengah maupun kelas atas. ”Untuk urusan Muslim Friendly, Mall kita juga ready banget.Karena setiap Mall yang ada di Indonesia dilengkapi dengan Musolah. Kami jamin Malaysia yang mayoritas muslim akan terkesan dengan Mall di Indonesia. Tentu saja, alam kami juga oke banget,” ujarnya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menjelaskan, portofolio pariwisata ada 3 yakni wisata alam atau nature (35%), wisata budaya atau culture (60%), dan wisata manmade atau buatan (5%). Ia melanjutkan, setiap destinasi pariwisata setidaknya harus memiliki wisata belanja dan wisata kuliner yang menjadi satu paket.

“Karena memang ada karakter wisatawan mancanegara yang setiap berwisata itu mensyaratkan harus ada kuliner dan belanja,” kata Menpar Arief Yahya. (TPP/Eva)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here