Menko : Kita Harus Jujur Kepada Diri Sendiri, Bahwa Seberapa Bagus Diri Kita?

0
325

TANGERANG, presidentpost.id – Indonesia menjadi salah satu negara terbesar di dunia, dengan 17.500 pulau. Tentunya Indonesia kaya akan sumber daya alam (SDA). Namun, Kekayaan SDA yang dimiliki Indonesia tidak sejalan dengan perkembangan sumber daya manusia (SDM), berakibat banyaknya tenaga ahli yang didatangkan dari luar negeri.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut B. Pandjaitan mengungkapkan, hal ini bukan berarti pemerintah akan membiarkan mereka terus-menerus mengelola aset bangsa Indonesia, tapi itu hanyalah bersifat sementara sembari menyiapkan SDM dari dalam negeri.

“Tapi kan nggak bisa selamanya bergantung sama dia, 3-4 tahun boleh-boleh saja,” ucap Menko Luhut dalam acara Seminar Marketplace Intelligence Politik Ekonomi Bisnis 2018 di BSD Tangerang, Sabtu (17-03-2018).

Menko Luhut pun tak memungkiri, bahwa ada tenaga kerja asing didatangkan dari luar negeri. Namun demikian, tenaga kerja asing yang didatangkan itu merupakan tenaga kerja ahli. Diapun lantas mencontohkan seperti tenaga kerja di PT Sulawesi Mining Investment di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Tenaga kerja yang didatangkan dari Tiongkok itu merupakan tenaga ahli.

Agar tak selamanya tergantung pada keahlian tenaga asing itu, pemerintah meminta investor asing untuk membangun sarana pendidikan. Tujuannya, agar ada peningkatan sumberdaya manusia di sekitar wilayah beroperasinya perusahaan penanam modal asing.

“Seperti di Morowali itu, saya minta mereka bikin sekolah politeknik dan politeknik itu yang mendidik orang kita,” kata Menko Luhut.

Bukan bermaksud merendahkan anak bangsa sendiri, tapi Menko Luhut mengatakan, kita harus jujur kepada diri sendiri, bahwa seberapa bagus diri kita? Apa kekurangan diri kita agar bisa kompetitif, supaya kita bisa efisien, bisa disiplin. Sebab, kata Menko Luhut, jika mau menjadi orang hebat, kita harus mengetahui diri kita terlebih dahulu.

“Nah, kalau kau tahu dirimu siapa, langkah berikutnya kau harus bagaimana kau berprinsip dengan dirimu supaya kau bisa menjadi somebody. Nah yang ketiga sebenarnya yang paling penting lagi spirit kerja itu kita masih kalah juga kita harus akuilah. Bukan semuanya juga, banyak. Kenapa? Ya kita masih baru membangun sekarang ini,” tutur Menko Luhut.

Ia juga menambahkan, peran media sosial juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan di suatu negara.

“Nah, kalau di kita sekarang dengan adanya UU IT ini anda bisa lihat, orang yang bicara tentang hate speech segala macam sudah mulai berkurang. Pemerintah konsisten terhadap itu. Tidak peduli siapa dia, kau melanggar aturan itu akan dibawa ke pengadilan. Jadi saya pikir kita akan makin terkendali mengatasi hal itu,” ujar Menko Luhut.

Menanggapi terkait peta politik saat ini, Menko Luhut menegaskan, bahwa baru di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang angka inovasinya mampu menembus hampir 64 %. “Angka ini tinggi sekali. Belum ada presiden yang bisa seperti itu, jadi saya pikir kita jangan overacting aja,” tegasnya.

Menko Luhut meminta agar kita jangan merasa yang paling baik dan paling hebat, tapi harus memperhatikan keadilan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here