Stasiun Sudirman Hadirkan Bus Transcommuter

0
243

JAKARTA, presientpost.id – PT Kereta Commuter Indonesia bersama Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) bekerja sama mengintegrasikan alat bayar commuter, yakni tiket Kartu Multi Trip (KMT), dengan angkutan umum jenis bus kota Transcommuter. Dalam kerja sama ini, tidak hanya alat bayar yang diintegrasikan, tapi juga integrasi kemudahan berpindah moda.

Direktur Utama Perum PPD, Pande Putu Yasa, mengatakan sinergi tersebut ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi pengguna jasa angkutan KRL maupun bus. Sehingga dengan terintegrasinya antara kereta dan bus kota, baik dari segi ticketing maupun dari segi antarmoda dapat mempermudah masyarakat mengakses transportasi massal.

“Layanan ini sekaligus menjadi bukti komitmen kedua perusahaan dalam mendukung program pemerintah mempermudah masyarakat mengakses transportasi massal yang aman, nyaman dan terjangkau,” kata Putu di Stasiun Sudirman, 16 Maret 2018.

Di lain pihak, Direktur Operasi dan Pemasaran PT Kereta Commuter Indonesia, Subakir menjelaskan, KMT nantinya menjadi alat transaksi pembayaran tiket selama masa uji coba layanan Transcommuter.

Di mana untuk tahap awal, lanjut dia, rute Transcommuter yang dioperasikan PPD adalah Stasiun Sudirman-Stasiun Gambir dan Stasiun Sudirman-Blok M dengan tiket seharga Rp5.000, untuk satu kali perjalanan.

“Pengguna KRL Commuter Line yang tiba di Stasiun Sudirman dapat langsung berganti moda ke bus PPD menuju Gambir atau Blok M di titik penjemputan (pick-up point) yang telah tersedia di pintu keluar Stasiun arah Jalan Blora,” katanya.

Dengan adanya layanan ini, Subakir mengatakan, dapat mempermudah pengguna Kereta Api jarak jauh di Stasiun Gambir untuk berpindah moda menuju Stasiun KA Bandara dengan menggunakan Transcommuter.

Terkait waktu pelayanan, Subakir mengatakan, armada Transcommuter PPD sudah tersedia mulai pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB setiap harinya, dengan waktu pemberangkatan setiap 30 menit sekali.

“Bagi pengguna yang tidak memiliki KMT atau saldonya kurang, dapat membeli KMT Edisi Khusus ‘Ayo Naik Transportasi Umum, Biar Gak Macet’ dengan harga Rp35 ribu, sudah termasuk saldo Rp15 ribu, dan dijual oleh petugas di dalam bus PPD,” paparnya.

Subakir menambahkan, selain menjadi penyedia pilihan multimoda transportasi untuk meningkatkan mobilitas, kerja sama ini juga diharapkan mampu mendorong penerapan satu kartu transportasi untuk beragam moda transportasi khususnya di wilayah Jabodetabek. (one)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here