Persiapan Ajang Perdana China International Import Expo Berjalan Lancar

0
360

SHANGHAI, presidentpost.id –  Ajang China International Import Expo (CIIE) dijadwalkan akan diikuti oleh lebih 165 negara. Ajang tersebut akan digelar di National Exhibition and Convention Center di Shanghai pada 5-10 November 2018. Ajang CIIE pertama tersebut diperkirakan akan dihadiri lebih dari 150.000 buyers asal Tiongkok dan seluruh dunia.

Dirancang sebagai sarana promosi perdagangan dunia, lebih dari 1.300 perusahaan dari 120 lebih negara dan kawasan sudah mendaftar untuk ajang ini. Daftar tersebut termasuk lusinan perusahaan yang termasuk dalam Fortune 500, serta berbagai perusahaan terkemuka dari seluruh industri. Sejauh ini, perusahaan asal Asia mewakili 35 persen dari peserta pameran, diikuti Eropa dengan 32 persen, Amerika dengan 16 persen, Oceania dengan 11 persen dan Afrika dengan 6 persen.

“Jumlah pendaftar pada tahap awal ajang perdana CIIE tergolong luar biasa; kami sangat senang dengan besarnya minat komunitas internasional sejauh ini,” kata Sun Chenghai, Deputy Director General, CIIE Bureau.

“Seiring dengan meningkatnya antusiasme buyers, banyak peserta pameran berulang kali memesan gerai yang lebih besar dan menaikkan bujet mereka. Kami siap menyambut begitu banyak perusahaan asing yang luar biasa dan bekerja sama dalam mengembangkan sektor perdagangan internasional,” tambah Sun Chenghai.

Beberapa perusahaan terkenal yang akan hadir termasuk:

  • Raksasa teknologi informasi Dell akan menampilkan solusi dan inovasinya yang terdepan di dunia untuk sektor peralatan canggih berjenis high-end.
  • Microsoft akan memamerkan hasil penelitian dan pengembangan (litbang) terbaru – HoloLens, memproyeksikan efek 3D dari sudut pandang orang pertama.
  • Perusahaan pangan global DANONE akan memperkenalkan susu bubuk formula untuk bayi, produk air mineral berjenis high-end, produk nutrisi kesehatan dan produk organik untuk konsumen di Tiongkok. Hal ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan orang yang makin meningkat akan produk berkualitas tinggi.

Data resmi menunjukkan impor ke Tiongkok pada 2017 mencapai hampir RMB 12,5 triliun (USD 1,95 triliun), naik 18,7% dibandingkan dengan 2016. Angka ini diperkirakan akan naik sebesar USD 8 triliun dalam lima tahun ke depan sejalan dengan langkah Tiongkok, ekonomi terbesar kedua dan pengimpor terbesar kedua di dunia, yang terus menuju tahap perkembangan yang baru.

Pemerintah dan organisasi perdagangan internasional besar lainnya juga mengakui pentingnya CIIE. Japan External Trade Organization memesan area pameran seluas 10.000 meter persegi, U.S.-China Business Council memesan area pameran lebih dari 2.500 meter persegi, sementara asosiasi perdagangan asal Brazil FIESP akan mendatangkan 70 perusahaan lebih. Sebanyak 4 peserta pameran dari Australia memesan total area seluas lebih dari 1.000 meter persegi. Singapore Business Federation, Kementerian Perdagangan Thailand dan Kamar Dagang Tiongkok di Indonesia memesan area seluas lebih dari 1.000 meter persegi. Selain itu, hampir 100 perusahaan dari 25 Least Developed Countries (LDCs) telah mendaftar.

Pemerintah Perancis akan mengirim pejabat senior dan sejumlah besar delegasi korporasi; pemerintah Rusia menyadari pentingnya CIEE dan merancang komite koordinasi khusus; Kementerian Ekonomi dan Energi Republik Federasi Jerman menyatakan bahwa Jerman akan aktif menggunakan sarana CIIE untuk memamerkan produk dan layanan mereka.

Ajang perdana China International Import Expo diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok dan Pemerintah Kota Shanghai, serta didukung oleh World Trade Organization, United Nations Conference on Trade and Development dan United Nations Industrial Development Organization. (PRN/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here