KemenPUPR Sediakan Rumah Bagi Tenaga Medis di Provinsi Papua

0
314

JAYAPURA, presidentpost.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun perumahan khusus bagi tenaga medis di Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kementerian PUPR Khalawi di Jayapura, Rabu (28/3), mengemukakan peletakan batu pertama pembangunan perumahan khusus itu sudah dilakukan di Dusun Bombardir, Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura pada Selasa (27/3).

Menurut dia, sekitar 250 lebih rumah bakal dibangun di tempat itu agar memenuhi kebutuhan sekitar 300-an orang tenaga medis yang belum memiliki rumah.

“Kami sudah kerja sama untuk siapkan rumah bagi tenaga medis di Provinsi Papua. Syaratnya harus ada tanah yang dilepaskan. Sebab tanah itu akan dihibahkan kepada para penerima bantuan,” katanya.

Lanjut dia, jika sudah siap tahun ini maka tahun ini juga perumahan khusus ini di bangun.

“Saya sangat hargai kreasi dan perjuangan pak Aloysius, Kepala Dinas Kesehatan Papua yang mau perhatikan para pegawainya,” kata Khalawi, seperti yang dikutip dari wartaekonomi.co.id.

Menurut Khalawi, lokasi seluas kurang lebih 5 hektar yang disiapkan untuk pembangunan perumahan khusus itu sangat cukup bagi pembangunan 250 unit rumah.

Ia mengatakan prospek pembangunan pemukiman di Distrik Muara Tami akan semakin meningkat setelah jembatan Hamadi-Holtekamp rampung.

Khalawi meminta agar Dinas Kesehatan membuat perencanaan atau masterplan perumahan yang matang dan terintegrasi, dimana harus dilengkapi dengan fasilitas air bersih, sekolah, dan pasar.

“Saya sudah dengar setelah jembatan itu rampung, ini menjadi salah satu kawasan elit. Di Papua tanah masih sangat luas jadi bisa dibangun menyebar. Beda dengan di Jawa kita lebih kembangkan model perumahan susun atau rusunawa,” katanya.

Ia menyebutkan, sejak beberapa tahun terakhir, Kementerian PUPR tidak hanya membangun perumahan bagi para pegawai tetapi juga ada program pembangunan perumahan bagi rakyat yang pendapatannya Rp4 juta ke bawah.

Program itu dikenal dengan program bantuan pembiayaan perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) berupa KPR Bersubsidi yaitu KPR Sejahtera melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Selanjutnya, KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB), SBUM (Subsidi Bantuan Uang Muka) dan Progam Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah (PSR).

“Juga ada program bedah rumah untuk perbaiki rumah yang rusak. Pelaksanaannya malah dengan padat karya tunai dimana yang kerja juga langsung dibayar,” tambah dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here