Pasar Karetan Hadirkan Negeri Dongeng

0
81

KENDAL, presidentpost.id – Nuansa baru akan disajikan Pasar Karetan, Kendal, Minggu (1/4). Destinasi digital besutan GenPI Jawa Tengah ini akan menghadirkan nuansa negeri dongeng. Nuansa klasik akan perkuat dengan beragam permainan tradisional. Anak-anak dan dewasa bisa mendapatkan momentum terbaik di akhir libur panjang kali ini.

Pasar Karetan yang berlokasi di Radja Pendapa, Desa Segrumung, Boja, Kendal, akan menyajikan ‘menu’ spesial bagi anak-anak. komunitas dongeng dari Kendal pun diboyong ke Radja Pendapa.

“Tema kami selalu berbeda setiap pekannya. Minggu ini, kami angkat dongeng bagi anak-anak. Nantinya anak-anak ini akan diberi cerita-cerita unik dari komunitas dongeng yang ada di Kendal. Untuk dongeng, baru pertama kali ini kami sajikan,” ungkap Koordinator Pasar Karetan Mei Kristianti, Sabtu (31/3), dikutip dari laman facebook resmi Kementerian Pariwisata.

beragam properti pun sudah disiapkan. Salah satunya adalah boneka. Karakter yang ditampilkan diantaranya berbentuk musang yang lucu.

“Dongeng nantinya menggunakan boneka musang. Mulutnya bisa digerakan. Pokoknya lucu deh. Kami yakin anak-anak pasti suka dengan konsep dongeng yang ditampilkan,” terang Mei.

Menurut Mei, Pasar Karetan memang ingin mengajak anak-anak menikmati dunianya. Dunia riil yang lebih berwarna dan menggembirakan. Mei menambahkan, dengan memberikan dongeng pada anak diharapkan ada interaksi positif. Anak juga bisa mengurangi ketergantungannya bermain gadget. Lebih mengembangkan imajinasi hingga interaksi sosialnya.

“Kami ingin menunjukan kepada anak-anak ada dunia yang jauh lebih menarik dari gadget. Dongeng ini bagus bagi anak. Ada banyak aspek yang bisa diserap, terutama edukasi dan budi pekerti yang baik. Di situ juga ada interaksi sosial yang bagus. Harapannya anak-anak menjadi lebih peka pada lingkungan, baik orang lain disekitarnya maupun alam bahkan satwa,” lanjut Mei lagi.

Nuansa dongeng di Pasar Karetan, diharapkan membuka kembali pemikiran orang tua. Sesibuk apapun beraktivitas, idealnya selalu meluangkan waktu untuk mendongeng bagi para buah hatinya. Mei menjelaskan, dongeng jaman dahulu selalu menarik disimak.

“Kami ingin mengembalikan sesuatu yang mulai hilang. Jaman kecil dulu, dongeng dari mbah adalah yang paling seru. Ada dongeng klasik Si Kancil atau Tmun Mas. Pokoknya banyak, termasuk beragam cerita rakyat. Kami juga ingin mengingatkan kembali para orang tua agar selalu mendongeng bagi putra putrinya. Pokoknya Minggu ini Pasar Karetan dijamin seru. Jangan sampai terlewatkan,” jelas Mei.

Pasar Karetan akan semakin memanjakan anak-anak dengan beragam permainan tradisional. Ada banyak permainan tradisional yang disiapkan, seperti egrang dan dakon. Selain itu disajikan juga permainan engklek, othok-othok, karetan hingga holahop.

Tidak ketinggalan juga, Pasar Karetan akan mengajak para pengunjung ini untuk menyalurkan hobi melukis. Objek yang dilukis unik, yaitu layang-layang.

“Permainan ini terbuka bagi siapa saja. Para orang tua juga bisa nostalgia sambil bermain permainan jaman dulu ini. Semuanya unik, termasuk othok-othok. Ini adalah beragam permainan dari bahan baku bambu. Pokoknya dijamin seru. Liburan long weekend kali ini di Pasar Karetan jadi lebih berkesan,” kata Mei lagi.

Dengan beragam inovasinya, Pasar Karetan selalu mampu membaca tren marketnya. Pasar Karetan mampu mempertahankan jumlah kunjungan. Sekitar 3.000 setiap pekan. Strategi promosi di media sosial serta menggandeng komunitas pada “tanggal-tanggal tua”, menjadi salah satu kunci sukses pengelola Pasar Karetan.

Pujian pun disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya, Pasar Karetan selalu mampu menghadirkan inovasi yang disukai pengunjung.

“Pasar Karetan ini selalu menarik untuk disimak. Kepekaan membaca pasar dengan situasi memang dibutuhkan. Mereka bisa menerapkan prioritas-prioritas di situ. Treatment seperti ini bisa dicoba oleh pasar-pasar digital lainnya. Tapi, promosi gencar melalui media sosial tetap harus dilakukan. Itu sarana komunikasi kita dengan calon pengunjung,” pungkas Menteri Pariwisata Arief Yahya. (Kemenpar/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here