Kemenperin Bina Warga Lapas Jadi Wirausaha Baru

0
280

JAKARTA, presidentpost.id – Kementerian Perindustrian terus mendukung terciptanya citra positif narapidana dengan cara memberikan fasilitasi penyelenggaraan pameran dan melakukan pembinaan wirausaha baru di lingkungan lapas. Dengan usaha ini diharapkan masyarakat dapat melihat secara nyata bahwa lapas bukanlah lembaga yang membelenggu kreativitas para narapidana.

“Pembinaan ini bertujuan untuk  membangun karakter dan meningkatkan keterampilan narapidana sebagai bekal yang baru di tengah masyarakat sebagai wirausaha baru,” pungkas Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam pembukaan Pameran Produk Unggulan Narapidana di Plasa Industri Kementerian Perindustrian, Jakarta,  Selasa, (3/4).

Pameran Produk Unggulan Narapidana diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah yang diikuti oleh 33 peserta yang berasal dari narapidana binaan Kanwil dan Divisi Pemasyarakatan seluruh Indonesia. “Pameran ini sudah terjalin ke-6 (enam) kalinya dari kerjasama Kementerian Hukum dan HAM dengan Kementerian Perindustrian di Plasa Pameran Industri. Pada kesempatan yang baik ini, saya memberikan dukungan serta apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya acara ini,” jelas Menperin.

Pameran ini akan diselenggarakan selama empat hari, mulai tanggal 3 – 6 April 2018, dan setiap harinya dibuka mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. “Pameran ini dimeriahkan oleh banyak acara antara lain  Fashoin Show dari para narapidana, demo kegiatan membatik dari Lapas Klas I Cipinang Jakarta Timur,  Talk Show kemasan dengan tema “Branding & Packaging”, dan lomba cinderamata untuk hotel yang diikuti oleh para warga binaan dan kegiatan ini dilaksanakan oleh  Second Chance Foundation,” jelas Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih.

Dalam rangka menumbuhkan wirausaha baru, Kementerian Perindustrian terus menerus mengembangkan pola pembinaan, baik terkait dengan bimbingan teknis (Bimtek), bantuan peralatan dan bantuan manajemen usaha. Bimtek yang dilakukan kepada warga binaan antara lain di Lapas Wanita Tanggerang, dan Pondok Bambu. “Hal lain yang menjadi concern kami adalah pengembangan pasar dari hasil produk warga binaan, misalnya bantuan uji coba pasar di Plasa

Pameran Industri yang Alhamdulillah selalu mendapatkan tanggapan positif dari pengunjung pameran,” jelas Airlangga.

Dalam kesempatan yang sama, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia beserta Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian melakukan perjanjian kerja sama tentang peningkatan pembinaan dan bimbingan kemandirian warga binaan pemasyarakatan. “Perjanjian kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan pembinaan dan bimbingan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan agar memiliki keterampilan dan kreativitas dalam menghasilkan suatu karya produktif yang bernilai tinggi, serta sebagai upaya mempromosikan dan memasarkan produknya,” jelas Gati.

Dalam hal ini, Ditjen IKM Kemenperin bertugas menentukan jenis kegiatan pelatihan yang akan dilaksanakan, menyediakan tenaga ahli/instruktur pelatihan, menyediakan sertifikat pelatihan dan menyiapkan bahan dan kelengkapan peserta pelatihan. “Dalam pelaksanaan kegiatan promosi Kemenperin bertugas menyediakan tempat pameran sebagai ajang promosi hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan, menyediakan media promosi melalui konten digital, serta membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan pameran,” tuturnya. (TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here