Pelindo III Membukukan Laba Bersih Sebanyak 2.04 Triliun Sepanjang 2017

0
304
Kapal Pesiar Pacific Eden sandar di Pelabuhan Benoa, Bali yang dikelola Pelindo III, ekonomi.kompas.com

JAKARTA, presidntpost.id – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III membukukan pertumbuhan laba bersih sebanyak Rp 2,04 triliun sepanjang 2017 silam atau melonjak 35 persen dibanding 2016 yang hanya mencapai Rp 1,51 triliun.

Pelindo III juga meningkatkan pendapatan 2017 sebesar 18 persen year on year (yoy). Pada saat yang sama, perseroan juga menekan pertumbuhan beban usaha hingga 5 persen yoy. Dari laba tersebut, Pelindo III menyetorkan total pajak kepada negara sebesar Rp 1,19 triliun.

CEO Pelindo III Ari Askhara menjelaskan, pencapaian yang diraih Pelindo III selama 2017 kemarin tak terlepas dari transformasi budaya perusahaan yang fokus pada aspek people, process, dan technology. “Artinya sumber daya manusia ini dilihat sebagaui modal yang sangat bernilai bagi perusahaan.

Untuk itu perlu ditingkatkan kompetensinya agar lebih produktif untuk bekerja sama dalam menjaldankan roda bisnis perusahaan yang didukung dengan penggunaan teknologi yang optimal,” jelas Ari dalam keterangan resminya, Selasa (3/4). Kunci keberhasilan lainnya atas pencapaian Pelindo III tahun lalu disebutkan Ari juga tak terlepas dari diversifikasi dan ekstensifikasi bisnis yang dilakukan oleh jajaran manajemen Pelindo III. Beberapa diversifikasi bisnis yang dialakukan Pelindo III diantaranya pada sektor energi, properti, port tourism, logistik, dan layanan kesehatan.

Ari juga mengakui kalau Pelindo III menjalin berbagai sinergi baik dengan sesama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun mengakuisisi saham atau membentuk usaha patungan (joint venture) dengan pihak swasta. Adapun laba bersih sebesar Rp 2,04 triliun yang diraih Pelindo III sepanjang 2017 tak hanya didapat dari induk perusahaan.

Anak perusahaan Pelindo III turut berandil besar dalam pencapaian tersebut dengan meraih total laba mencapai Rp 952 miliar. Raihan anak perusahaan Pelindo III tersebut meningkat 44 persen dibandingkan 2016 yang hanya Rp 662 miliar.(TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here