Made Mangku Pastika: Bali Tak Boleh Terbuai Dengan Pujian

0
424
katabali.com

DENPASAR, presidentpost.id – Gubernur Bali, Made Mangku Pastika memberikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah pada Sidang Paripurna DPRD Provinsi Bali, Senin (2/4).

Meski terus dipuji-puji sebagai salah-satu destinasi terbaik di dunia, Patika menyatakan bahwa Bali tak boleh terlena dengan pujian itu. “Itu yang bisa membuat kita terbuai, lupa bahwa yang kita hadapi itu masa kini dan masa depan,” ujar Gubernur Bali,

Menurutnya, saat ini ada persoalan terkait penyeimbangan sektor pendapatan masyarakat. Banyak masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari sektor pariwisata.

“Ketika pariwisata melemah karena faktor keamanan, faktor penyakit atau bencana alam, maka akan limbung karena sektor lain belum kuat,” tegasnya. Sektor industri, sektor pertanian dan lainnya harus terus ditekuni, supaya jika terjadi sesuatu ekonomi Bali akan tetap kokoh.

Pastika menyebut, pencapaian indikator-indikator makro ekonomi, pertumbuhan ekonomi Bali mampu bertahan diatas rata-rata nasional walaupun sempat menurun akibat dilanda bencana erupsi Gunung Agung. Pembangunan membuat ekonomi Bali tetap tumbuh pada tahun 2015 sebesar 6,03 persen.

Ini meningkat menjadi 6,24 persen pada tahun 2016, dan pada tahun 2017 menjadi 5,59 persen. Perkembangan ekonomi Bali yang positif, juga ditandai dengan meningkatnya total PDRB nominal dari Rp.134,41 triliun pada tahun 2013, meningkat menjadi Rp.215,36 triliun di tahun 2017.

Dalam penanggulangan kemiskinan, telah dilakukan berbagai upaya secara optimal, sehingga tingkat kemiskinan di Bali jauh lebih rendah dibandingkan daerah lain di Indonesia. Jika dibandingkan rata-rata nasional, Bali menjadi daerah dengan angka kemiskinan terendah kedua setelah DKI Jakarta.

Pada Tahun 2013 jumlah penduduk miskin di Bali mencapai 4,49 persen dan pada tahun 2017 menurun menjadi 4,14 persen. Jauh lebih rendah dibandingkan angka rata-rata Nasional, yaitu 10,12 persen. Penurunan kemiskinan ini merupakan prestasi tersendiri bagi Pemprov Bali dengan berbagai program strategis, seperti: JKBM, Bedah Rumah, Simantri, Gerbangsadu Mandara, serta partisipasi dan dukungan pihak swasta dan seluruh komponen masyarakat Bali.

“Program Bali Mandara itu harus lima jilid, baru seluruhnya bisa tuntas. Jilid satu dan jilid dua memang kita meletakkan dasar-dasar dulu, mengurangi kemiskinan yang betul-betul parah. Itu buktinya angka kemiskinan kita turun, APBD kita naik terus, angka pengangguran paling rendah, Indeks Pembangunan Manusia kita makin tinggi, jadi kedepannya harus ada upaya-upaya lagi,” jelas Pastika usai Sidang. (kanalbali/RLS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here