Pengusaha Singapura Berkumpul Menindak Lanjuti Skema Bisnis to Goverment di Kantor BKPM

0
355
beritamoneter.com

JAKARTA, presidentpost.id – Para pengusaha dan investor Singapura berkumpul di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) siang ini. Perkumpulan para pengusha dan investor ini tergabung dalam event 2nd Indonesian-Singapore Business Council di Ruang Nusantara Lantai 1 Gedung Suhartoyo BKPM, Jakarta.

Acara ini merupakan pertemuan lanjutan atas kesepakatan yang sudah dilakukan untuk memperkuat kerja sama di tiga sektor prioritas yaitu capital market, ekonomi digital, pariwisata dan infrastruktur pendukung dalam skema bisnis to goverment.

Dalam acara tersebut hadir Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong, Ketua KADIN Rosan P Roeslani dan Chairman EDB Beh Swan Gin, Chairman SBF Theo Siong Seng kemudian Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar.

“Dari Kegiatan ini diharapkan delegasi dapat memperoleh informasi langsung tentang peluang proyek- proyek potensial pada sektor pasriwisata dan infrastruktur,” kata Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong di Gedung BKPM, Kamis, (5/4).

Dirinya menjelaskan, tiga sektor tersebut dipilih untuk membuat kedua negara sama-sama dapat mengambil manfaat serta mengoptimalkan potensi yang ada dari kerja sama dua negara.

“Indonesia dapat mengambil keuntungan dari Singapura yang sudah dikenal sebagai financial hub di kawasan Asia untuk mendapatkan pembiayaan di proyek-proyek investasi di sektor pariwisata dan ekonomi digital,” papar dia.

Acara ini merupakan pertemuan lanjutan antara Indonesia dan Singapura dari first ISBC closed-door meeting yang diselenggarakan di Singapura 7 September 2017. Dari enam sektor yang diunggulkan hanya ada tiga sektor yang akan diprioritaskan dalam jangka menengah, yaitu pasar modal (capital market), digital ekonomi, pariwisata dan infrastruktur.

ISBC merupakan sebuah wadah kerjasama antara pelaku bisnis Indonesia dan Singapura. Dimana pembentukannya di dukung oleh BKPM dan EDB yang berfungsi sebagai pengarah.

Anggota ISBC meeupakan pengusaha papan atas 10 dari Indonesia dan 10 dari Singapura. Anggota ISBC Indonesia selain KADIN yaitu Sintesa Group, PT Bank Mandiri, PT Jababeka, PT Lippo Karawaci, PT BCA, Rajawali Corp, PT Garuda Indonesia, PT Air Asia, dan Traveloka.

Sedangkan darj Singapura anggota ISBC merupakan EDB, SBF, Singapore Manufacturing Federation, Singapore Infocomm, Technologi Association, Singapore Precision Engineering and Technology Association, Hotel Properties Limitied, Kappel Corporation Limited dan banyak lagi.

Fungsi ISBC merupakan katalis untuk membangun jaringan Indonesia Singapura yang inovatif dan bernilai tambah strategis.

Sebagai informasi di awal tahun lalu BKPM merilis data investasi yang masuk ke Indonesia. Penanaman modal asing (PMA) paling banyak berasal dari Singapura.

Pada periode Januari-Desember 2017 realisasi investasi dari Singapura ke Indonesia tercatat US$ 8,4 miliar atau 26,2%. Sudah bertahun-tahun Singapura menjadi negara nomor satu yang berinvestasi di Indonesia.

Pada periode 2012-2017 realisasi investasi yang masuk dari Singapura ke dalam negeri mencapai US$ 39 miliar. Realisasi ini mencatatkan Singapura sebagai negara teratas contributor investasi PMA Indonesia. Angka realisasi investasi dari Singapura cukup fluktuatif pada 2016 lalu investasi yang masuk mencapai US$ 9,1 miliar kemudian turun US$ 8,4 miliar di tahun 2017.

Investor Singapura banyak menanamkan modal di sektor transportasi, pergudangan, telekomunikasi, tanaman dan perkebunan serta industri kertas. Sedangkan terkait lokasi sebaran investasi Singapura cukup merata dari BKPM Singapura menyebar invstasi menyeluruh dengan 51% berada di luar Pulau Jawa dan 49% di Pulau Jawa.

Posisi kedua realisasi investasi diduduki Jepang dengan nilai US$ 5 miliar. Cina menduduki posisi ketiga yaitu dengan nilai investasi US$ 3,4 miliar atau 10,4%, lalu Hong Kong US$ 2,1 miliar dengan porsi 6,6% dan Korea Selatan US$ 2 miliar dengan porsi 6,3%

Periode kuartal IV 2017 (Oktober-Desember) realisasi investasi dari Singapura tercatat US$ 2,3 miliar atau 27,8%, kemudian Jepang US$ 1 miliar atau 11,9%, Hong Kong US$ 800 juta atau 9%, Korea Selatan US$ 700 juta, Cina US$ 600 juta. (DTK/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here