Memahami Indikator Iman dalam Pengajian Pejabat dan Aparat Pemda DIY

0
296
jogjaprov.go.id

YOGYAKARTA, presidentpost.id – Sebagai wahana silaturahmi dan media komunikasi antar pejabat dan aparat di DIY, dilaksanakan Pengajian Pejabat dan Aparat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta putaran keempat, Rabu (4/4), di halaman kantor Dinas Pertanian DIY Jl. Gondosuli No.6 Yogyakarta.

Kepala Dinas Pertanian DIY Ir. Sasongko, M.Si. sebagai tuan rumah penyelenggara memberikan sambutan, bahwa forum pengajian semacam ini seperti sebuah oase di tengah padang gurun yang kering. Karena dengan diselenggarakannya pengajian seperti ini sebagai relaksasi setelah mengampu tugas-tugas setiap harinya.

Dengan diselenggarakan kegiatan pengajian ini, diharapkan adanya sebuah pelajaran yang bisa diambil dari taushiyah yang akan disampaikan. “Selama hidup di dunia yang fana ini, kita dituntut untuk selalu beramal baik dan terus berubah menjadi baik. Cara terbaik untuk berubah yaitu melalui perubahan paradigma, pola pikir, serta sikap diri yang sesuai dengan tema Iman Sebagai Basis Pembangunan Karakter Umat,” ungkap Kepala Dinas Pertanian DIY.

Materi dalam acara inti Pengajian Pejabat dan Aparat Pemda DIY putaran keempat ini, disampaikan oleh Dr. H. Muhammad Anis. Materi yang disampaikan yaitu indikator dari iman. Iman mengandung nilai-nilai yang terdiri dari bentuk verbal dengan berbicara yang baik, sabar, dan menyambung persaudaraan berdasarkan rahmah.

Dr. H. Muhammad Anis menyampaikan, setiap orang harus mempunyai perkataan yang ma’ruf yaitu baik dan tepat waktu. Selain itu, kita juga harus memuliakan lawan bicara, sebagai tanda untuk menghormati orang lain.  Dalam berbicara juga harus santun dan juga berkata benar, karena benar merupakan bagian dari iman. Jika kita berkata jujur maka akan membahagiakan orang lain, sedangkan jika berbohong akan berpotensi menimbulkan stres.

Indikator ketiga dari iman yaitu sabar. “ Sabar merupakan pintu sukses. Kuncinya yaitu dengan mengendalikan diri dan mengendalikan emosi, karena orang yang jarang marah akan lebih sehat. selain mengendalikan diri, juga harus bisa memaafkan orang lain dan selalu optimis, ” ungkapnya, dikutip dari jogjaprov.go.id.

Dr. H. Muhammad Anis menambahkan, bahwa menyambung persaudaraan berdasarkan rahmah maksudnya yaitu dengan berpikir positif yang nantinya akan menghasilkan perilaku positif. Makna dari rahmah yaitu cinta dan kasih sayang, murah, dan memaafkan. Selanjutnya, untuk menyambung silaturahmi juga harus dilakukan karena takwa kepada Allah SWT.

Dalam acara ini juga dibagikan bibit tanaman sebagai cenderamata dari Dinas Pertanian DIY, sehingga nantinya bisa ditanam di halaman rumah masing-masing. Dengan pemberian tanaman ini, diharapkan bisa memberikan hasil yang terbaik jika dirawat dengan baik. (TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here