Kementerian Pariwisata Sukses Besar di VITM 2018

0
349

HANOI, presidentpost.id – Kementerian Pariwisata kembali unjuk gigi di Vietnam International Travel Mart (VITM) 2018, di Ha Noi International Center for Exhibition (I.C.E. Ha Noi), Hanoi, tanggal 29 Maret – 1 April 2018.

Potensi Negara Vietnam yang sedang berkembang diberbagai sektor, seperti ekonomi dan pariwisata, diyakini uberdampak pada meningkatnya kemampuan masyarakat Vietnam untuk bepergian dan berwisata, ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk dapat menggaet calon wisatawan asal Vietnam.

Bertempat di Hall B1 dengan booth seluas 72 meter persegi, Kemenpar memfasilitasi serta mempertemukan industri pariwisata Indonesia dengan pengunjung VITM dan berkontribusi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Kemenpar menggandeng 12 sellers industri pariwisata, dimana 7 Industri Pariwisata berasal dari Indonesia (Travel Agent / Tour Operator), 4 Local Agent asli Vietnam yang menjual paket wisata Indonesia, serta 1 dari Dinas Pariwisata Provinsi DI Yogyakarta. Tujuannya jelas, mempromosikan pariwisata Indonesia dan membangun jejaring melalui potensi kerjasama industri pariwisata antar negara, sejalan dengan upaya mendukung pengembangan industri dalam negeri.

Menengok tahun kebelakang, pada VITM tahun 2017 tercapai transaksi Rp 5,2 Miliar. *Tahun ini Kemenpar mentargetkan tumbuh 20% dari pencapaian tahun 2017 atau senilai Rp 6,1 M. Luar biasanya, realisasi tahun 2018 tercapai penjualan sebanyak 2.669 pax atau senilai Rp 13,4 M (tumbuh 257%)* yang terdiri dari real transaction Rp 724 juta dan potential transaction Rp 12,7 M.

Peningkatan transaksi yang signifikan dikarenakan adanya hasil kesepakatan kontrak paket wisata golf selama 1 tahun senilai USD 346.700 atau senilai Rp 4,78 M.

Tahun lalu Kemenpar memperoleh awards dalam partisipasi di VITM 2017 yaitu *The National Booth with Impressive Decoration. Tahun ini Kemenpar menjuarai The Most Impressive Booth VITM 2018 dari 10 booth terbaik di VITM 2018 (Top 10 Impressive Booths Award).* Benefitnya adalah branding Wonderful Indonesia semakin dikenal di Vietnam dan meningkatkan awareness pengunjung terhadap pariwisata Indonesia.

Persentase “profit”, dalam artian berapa biaya Kemenpar ke VITM 2018 ini dikomparasi “total transaksi”. Kemenpar berinvestasi sebesar Rp 1,47 M dan meraih total transaksi senilai Rp 13,4 M atau meraih “profit” 9x lipat dibandingkan investasi awal. Hal ini menjadi bukti bahwa langkah pemasaran semakin tepat dan pasar Vietnam semakin seksi untuk digarap semakin serius dalam mendukung target 20 juta Wisman. (Kemenpar/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here