PT Sentramitra Dayautama Konsen Berbisnis Teknologi Baterai

0
539

JAKARTA, presidentpost.id – Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan teknologi baterai, PT. Sentramitra Dayautama (SMDU), optimis kebutuhan baterai akan terus meningkat. Hal ini melihat pangsa pasar yang cukup besar dari kebutuhan baterai. Sejak berdiri 25 tahun yang lalu, SMDU focus dalam memberikan pelayanan industri energi solution, SMDU bermula pada produk baterai industri.

Direktur SMDU Tjandra Widjaya, menjelaskan pada sepuluh tahun pertama menjalankan bisnisnya, divisi yang di bangun adalah baterai (uninterruptible power supply) UPS, kebutuhan konverter, dan servis data centre. Produk disuplai ke perusahaan  UPS, toko-toko baterai.

“Saat ini, kami telah memiliki cabang dan dealer di kota-kota besar. Untuk mengembangkan sayap bisnis, di tahun 2000 kami membuka kembali divisi yang kedua untuk baterai Deep Cycle. Deep Cycle bisa digunakan hingga habis, berbeda dengan baterai UPS yang cenderung digunakan tidak sampai habis, karena sifatnya yang kering,”  jelas Tjandra di Menara Batavia, Jakarta (9/4).

Tjandra, menerangkan produk baterai Deep Cycle lebih banyak digunakan untuk kendaraan forklift. Di mana pada awal menawarkan produk baterai Deep Cycle, forklift tersebut masih menggunakan bahan bakar diesel atau solar.

“Berjalan waktu orang sadar dengan lingkungan. Sekarang sudah 40 persen, perusahaan (bergerak di bidang forklift-red) sudah menggunakan baterai dan bisnis kami mulai bertumbuh,” terangnya.

Tjandra, melihat bagaimana teknologi baterai terus mengalami perberkembangan yang cukup pesat dan aplikasi yang cukup banyak. Dari sinilah akhirnya baterai lithium dipilih dalam geliat bisnis SMDU selanjutnya.

“Baterai lithium secara teknologi memang lebih advance. Dalam arti density energinya sangat tinggi. Adanya solusi baterai ini, kami tujukan untuk aplikasi yang membutuhkan seperti kendaraan bermotor. Mulai dari sepeda listrik, motor listrik dan alat-alat yang dengan solusi yang lama sudah tidak cocok. Baterai lithium memiliki keunggulan untuk memberikan solusi ke market yang awalnya belum bisa dipenuhi dengan produk yang ada. Kami berusaha untuk terus maju. Impian kami pabrikasi baterai itu di Indonesia,” ujar Tjandra. (Irawan/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here