Antisipasi Skimming, BI Minta Penggunaan Chip Dipercepat

0
241

JAKARTA, presidentpost.id – Bank Indonesia (BI) meminta para perbankan nasional untuk mempercepat penggunaan chip pada kartu debit. Hal itu untuk mengantisipasi tindak kejahatan sektor keuangan seperti duplikasi kartu ATM atau skimming ATM.

Direktur Financial System Surveilance BI, Y. Budiatmaka mengatakan sementara menunggu semua kartu ATM dan kartu debit menggunakan chip, pihak bank diminta untuk menyiapkan sistem mitigasi risiko atau yang dikenal dengan fraud detect system.

“Ada masa transisi, harus ada mitigasi fraud detect system. Itu harus terus ditingkatkan dan orang-orang yang mengawasi ATM juga harus diintesifkan. Harus rajin (mengecek keamanan ATM),” ungkapnya dalam diskusi di Hotel Diradja, Jakarta, Selasa (10/4).

Targetnya 30 persen kartu ATM dan kartu debit telah menggunakan teknologi chip pada akhir tahun ini. Dalam rencana, kartu ATM atau kartu debit yang beredar telah 100 persen menggunakan teknologi chip dan PIN onlineenam digit pada 31 Desember 2021.

Selain itu, lanjut Budiatmaka, pihak bank juga mesti melakukan pengawasan kepada perusahaan yang diberi tanggungjawab mengelola gerai-gerai ATM.

“Pengecekan-pengecekan kerja sama dengan pihak ketiga outsource. Yang memegang ATM juga harus diawasi dengan baik, karena tidak semua ATM itu dipelihara oleh bank sendiri. Bank harus pastikan itu semua berjalan dengan baik,” tegas dia.

Budiatmaka menambahkan, proses peralihan kartu ATM dari magnetik ke chip memang harus dilakukan secara bertahap, mengingat biaya penyediaan infrastruktur yang tidak sedikit.

“Kita pertimbangkan biaya infrastruktur yang harus ditanggung bank karena ini tidak murah. Tapi tetap kita dorong, bukan saja (yang nilai tabungan) di atas Rp 5 juta, tapi juga yang di bawah. Jadi bukan masalah nilai tabungan, tapi reputasi itu lebih mahal dari nilai tabungan,” tegasnya. (Adrian/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here