Bali Menjadi Tuan Rumah Parade Sepeda Tua Internasional

0
492

DENPASAR, presidentpost.id – International Veteran Cycle Association (IVCA) mengadakan kongres dan reli di Bali yang dihadiri lebih dari 10.000 penggemar sepeda tua dari 30 negara pada 12-15 April 2018.

Fahmi, salah seorang panitia acara ini mengatakan sebelum berkumpul di Denpasar peserta mengikuti pembukaan kirab estafet trofi IVCA oleh 10 peserta inti dan ratusan penggemar sepeda tua anggota Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) di Pantai Anyer, Banten, 24 Maret 2018.

“Mereka bersepeda sejauh 1.500 km lebih dari Banten ke Bali dengan melewati 20 kota di sepanjang Pulau Jawa dan Bali. Peserta telah tiba di garis finish di Pantai Matahari Terbit, Sanur, Selasa kemarin,” kata Fahmi, Rabu (11/4) dikutip dari bisnis.com.

Ketua Umum Kosti Joko R Prihartono mengatakan IVCA 2018 menjadi ajang berkumpulnya penggemar sepeda tua dari seluruh dunia. “Kami ingin melestarikan budaya Indonesia melalui sepeda tua. Parade sepeda tua ini menjadi kesempatan yang bagus untuk memperkenalkan budaya Indonesia, karena merupakan cermin kekayaan budaya kita,” katanya.

Terpilihnya Indonesia, khususnya Bali, terutama Kota Denpasar sebagai tuan rumah IVCA 2018 ini merupakan suatu kebanggaan, karena Indonesia merupakan negara pertama di Asia yang menjadi tuan rumah sejak kongres IVCA pertama kali di Grantham, Inggris pada tahun 1981. Indonesia juga merupakan negara yang memiliki penggemar sepeda tua terbanyak di seluruh dunia.

Itu sebabnya pilihan tema IVCA 2018 kali ini adalah “Menjunjung Tinggi Keberagaman dan Pluralitas”. “Kami berharap acara ini dapat membuka mata dunia, khususnya bangsa sendiri, bahwa sepeda itu menyenangkan dan dapat menjadi alat pemersatu bangsa, karena lintas suku, golongan, dan agama,” kata Ketua Panitia IVCA 2018 H Bambang Waluyojati.

Selain untuk melestarikan sepeda tua, perhelatan akbar IVCA 2018 ini juga bertujuan untuk merumuskan rekomendasi terkait kebijakan transportasi yang ramah lingkungan di Tanah Air. Adapun rangkaian acara IVCA 2018 di Bali meliputi, “cultural ride” sejauh 20 km dan penanaman mangrove di Pantai Serangan sebagai ajang untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, Vintage Bicycle Village dengan tema “Kampoeng Jadoel” serta “fun race” dalam berbagai kategori.

Pada puncak acara, para peserta akan melakukan parade sepeda internasional berkeliling Kota Denpasar sejauh 25 km dengan pakaian khas negara masing-masing dalam semangat keberagaman.

Sedangkan peserta dari Indonesia akan mengenakan pakaian tradisional dari berbagai daerah. Parade sepeda tua yang bakal diikuti lebih dari 10.000 peserta ini juga akan memecahkan rekor “Guinness Book of Record” dalam kategori “Parade Sepeda Klasik Terbesar di Seluruh Dunia”. (Adrian/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here