Arcandra : Pengembangan Energi Memerlukan Investasi Asing Dan Kerja Sama Dengan Negara Lain

0
330

JAKARTA, presidentpost.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan keseriusannya dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Hal ini ditunjukkan dengan menargetkan porsi EBT dalam bauran energi pembangkitan tenaga listrik pada 2025 mencapai 23%.

Wakil Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan bahwa untuk mengembangkan energi terbarukan secara progresif, diperlukan pihak-pihak lain seperti investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Pengembangan energi, khususnya energi terbarukan, memerlukan investasi asing dan kerja sama dengan negara lain. Penting bagi Indonesia dan negara lain untuk berjalan bersama demi mencapai keuntungan bersama,” tegas Arcandra dalam acara “Indonesia-Norway Energy Workshop”, Kamis (12/4).

Sejalan dengan itu, Wamen Arcandra juga mengharapkan pemerintah Norwegia untuk ikut andil dalam pengembangan energi terbarukan, khususnya Indonesia bagian Timur.

“Kami mendorong sektor swasta, termasuk investor Norwegia, untuk berpartisipasi dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia, terutama Indonesia Timur, untuk membantu kami dalam memenuhi kebutuhan energi kepada masyarakat,” ujar Arcandra, seperti yang dikutip dari wartaekonomi.co.id.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Harris menambahkan bahwa kerja sama pengembangan energi terbarukan dengan Norwegia merupakan langkah yang tepat. Norwegia memiliki pengalaman dalam pengembangan tenaga air sebagai energi, 98% energi kebutuhan energi mereka diperoleh dari pembangkit listrik tenaga air.

Selain itu, Harris mengatakan, Norwegia juga memiliki kemampuan untuk memproduksi mesin-mesin pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga bayu, air, dan pembangkit listrik tenaga matahari.

“Kita mengundang mereka untuk menginvestasikan dana mereka di sektor pembangkitan renewable kita, khususnya yang berbasis tenaga air, solar, angin, dan waste to energy. Jika pihak Norwegia tertarik untuk mengembangkan energi baru terbarukan di Indonesia, menurut saya itu sangat baik sekali,” tutup Harris. (Eva/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here